Hadapi Ancaman Kemarau, Batang Hari Siapkan Lima Irigasi Perpipaan untuk Petani

Hadapi Ancaman Kemarau, Batang Hari Siapkan Lima Irigasi Perpipaan untuk Petani

Foto Ilustrasi

INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Ancaman kekeringan saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani untuk menjaga produktivitas lahan. Pemerintah Kabupaten Batang Hari kini menyiapkan dukungan melalui lima unit irigasi perpipaan dari program pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Batang Hari, Bambang Setyono, mengatakan bantuan tersebut menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Batang Hari. Program ini bertujuan membantu petani memenuhi kebutuhan air ketika curah hujan menurun.

“Lima unit irigasi perpipaan tersebut akan disebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Batang Hari. Setiap kegiatan irigasi perpipaan memiliki pagu anggaran sekitar Rp97 juta,” kata Bambang, Senin.

Jarak Sumber Air Jadi Syarat Utama

Meski membawa harapan bagi petani, pemerintah tetap memperhatikan kondisi lokasi sebelum menjalankan program. Salah satu syarat utamanya menyangkut jarak lahan pertanian dengan sumber air.

Berdasarkan petunjuk teknis program, lokasi calon penerima harus memiliki sumber air dalam jarak sekitar 500 meter atau kurang. Ketentuan ini penting agar sistem perpipaan dapat menunjang kebutuhan air lahan secara efektif.

Bambang mengingatkan, petani perlu mempertimbangkan ketersediaan sumber air, terutama saat kemarau panjang. Sungai dan parit berpotensi mengering ketika hujan jarang turun sehingga petani perlu memastikan sumber air mampu mendukung kegiatan irigasi.

Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan

Melalui bantuan ini, Pemkab Batang Hari berharap petani dapat menjaga aktivitas pertanian meski cuaca tidak menentu. Ketersediaan air yang memadai juga diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan.

Bambang berharap pelaksanaan program berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani penerima. Ia juga menilai dukungan irigasi menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan daerah.

“Kami berharap petani tetap bisa bertani dan menjalankan aktivitasnya dengan baik, sekaligus mendukung upaya mempertahankan swasembada pangan,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *