Diterjang Banjir,Rumah Hanyut dan Akses Terputus Total di Merangin

Diterjang Banjir,Rumah Hanyut dan Akses Terputus Total di Merangin

BANJIR DI MERANGIN- Dampak cuaca ekstrem di Provinsi Jambi kian meluas, hingga ke Kabupaten Merangin. Setelah sebelumnya wilayah Sarolangun dilaporkan diterjang banjir, kini giliran Kabupaten Merangin yang dikepung luapan air.photo Tribunjambi

INDOSBERITA.ID.MERANGIN – Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Jambi kini semakin meluas dan berdampak serius di Kabupaten Merangin. Setelah sebelumnya banjir dilaporkan terjadi di wilayah Sarolangun, kini sejumlah kecamatan di Merangin ikut terdampak akibat hujan deras yang turun sejak Minggu malam.

Luapan air sungai memicu banjir bandang yang menerjang permukiman warga. Tidak hanya merendam rumah, derasnya arus juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, bahkan menghanyutkan bangunan dan memutus jalur transportasi antarwilayah.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah adalah Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan. Di lokasi ini, arus sungai yang meluap membawa material dan menghantam permukiman warga hingga menyebabkan kerusakan besar. Beberapa rumah dilaporkan hanyut, sementara jembatan desa kembali putus, memperparah isolasi wilayah tersebut.

Warga setempat kini berupaya bertahan di tengah keterbatasan. Dechi, seorang warga Desa Pulau Bayur, mengungkapkan bahwa banjir kali ini menyebabkan kerugian besar karena banyak barang tidak sempat diselamatkan.

“Dua rumah hanyut, jembatan putus lagi. Banyak barang warga hilang terbawa arus. Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya pada Senin (27/04/2026).dikutip dari Tribunjambi

Selain menunggu bantuan resmi, masyarakat juga mulai bergerak secara mandiri dengan menggalang donasi untuk membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Kecamatan Nalo Tantan. Sejumlah desa seperti Telun, Danau, dan Aur Berduri dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 3 hingga 5 meter di beberapa titik. Situasi ini membuat aktivitas warga lumpuh total, termasuk kegiatan ekonomi dan akses transportasi.

Hingga kini, warga di daerah terdampak masih menunggu bantuan dan penanganan lebih lanjut, sembari berupaya menyelamatkan diri serta harta benda yang tersisa. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *