Dipicu Program KJA Rp1,4 Miliar, Warga SAD di Merangin Minta Bantuan Usaha ke Bupati

Puluhan Warga SAD Datangi Bupati Merangin, Minta Bantuan Ekonomi
INDOSBERITA.ID.MERANGIN – Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok tumenggung mendatangi Kantor Bupati Merangin pada Kamis 21 Mei 2026.
Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi dan meminta dukungan bantuan modal usaha kepada Pemerintah Kabupaten Merangin.
Rombongan tersebut dipimpin oleh Tumenggung Jang, Tumenggung Ngapas, dan Tumenggung Stampung yang berasal dari Desa Mentawak dan Desa Sungai Ulak. Dalam kedatangannya, para tumenggung turut membawa sejumlah warga, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kedatangan warga SAD dipicu oleh informasi mengenai program bantuan usaha Keramba Jaring Apung (KJA) yang sebelumnya diterima kelompok Tumenggung Jhon di Desa Tambang Baru, kawasan objek wisata Dam Betuk. Program bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut memiliki nilai total mencapai Rp1,4 miliar.
Namun, di tengah masyarakat SAD muncul pemahaman bahwa bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, sehingga memicu harapan kelompok lain untuk memperoleh bantuan serupa.
Kedatangan warga SAD disambut langsung oleh Asisten I Setda Merangin, Sukoso, bersama jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P2A) Merangin, termasuk Pejabat Fungsional Pekerja Sosial, Azrul Affandi.
Dalam dialog bersama warga, Azrul Affandi menjelaskan bahwa bantuan dari Kemensos bukan berupa uang tunai, melainkan sarana usaha berbentuk keramba dan perlengkapan budidaya ikan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp1,4 miliar.
“Mereka mendapat informasi bahwa salah satu kelompok menerima bantuan Rp1,4 miliar berupa uang. Padahal bantuan itu berbentuk barang atau sarana usaha,” jelas Azrul kepada awak media.
Ia menambahkan, program bantuan budidaya ikan sebenarnya telah ditawarkan kepada sejumlah kelompok SAD lainnya. Namun beberapa kelompok mengaku belum siap menjalankan usaha keramba ikan karena keterbatasan kemampuan dalam perawatan dan pengelolaan.
“Ada kelompok yang sudah ditawari, tetapi mereka jujur merasa belum sanggup mengurus keramba dan memberi makan ikan. Mereka meminta agar diusulkan program lain yang lebih sesuai,” katanya.
Menanggapi aspirasi warga yang menginginkan bantuan usaha di sektor perkebunan, pihak Dinsos meminta perwakilan kelompok SAD untuk menyiapkan usulan resmi agar dapat dibahas bersama pemerintah daerah.
“Kalau memang mereka menginginkan program selain keramba, seperti kebun atau usaha lainnya, silakan siapkan usulan untuk dibicarakan lebih lanjut,” ujar Azrul.
Ia menegaskan bahwa keputusan terkait jenis bantuan yang akan diberikan nantinya menjadi kewenangan kepala daerah, sementara pihak dinas hanya bertugas mendampingi serta memfasilitasi program dari pemerintah pusat.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh dialog. Pemerintah Kabupaten Merangin berharap komunikasi yang terjalin dapat menghasilkan solusi terbaik guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat SAD sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing kelompok.



