Dibuat 10 Bulan, Kiswah Ka’bah 1448 H Selesai dengan 670 Kg Sutra dan Emas

Dibuat 10 Bulan, Kiswah Ka’bah 1448 H Selesai dengan 670 Kg Sutra dan Emas

Kiswah Kabbah,freepik

INDOSBERITA.ID.MAKKAH – Proses pembuatan Kiswah Ka’bah untuk tahun 1448 Hijriah resmi diselesaikan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah, kawasan Umm Al-Joud, Makkah, Arab Saudi. Kain penutup Ka’bah tersebut dirampungkan setelah melalui proses produksi selama hampir 10 bulan dengan melibatkan sekitar 200 tenaga ahli dari berbagai bidang.

Dilaporkan The Islamic Information, Rabu (27/5/2026), Kiswah Ka’bah bukan sekadar kain penutup bangunan suci umat Islam, melainkan hasil perpaduan seni tekstil, kaligrafi, dan teknologi presisi tinggi yang terus dijaga Arab Saudi sejak hampir satu abad terakhir.

Kiswah terbaru ini dibuat menggunakan sekitar 670 kilogram sutra mentah berwarna hitam pekat. Kain tersebut kemudian dihiasi sulaman ayat-ayat Alquran menggunakan benang emas 21 karat seberat sekitar 120 kilogram serta hampir 100 kilogram benang perak.

Secara keseluruhan, Kiswah Ka’bah terdiri dari 47 panel kain sutra hitam yang disusun dan dijahit secara terpisah sebelum dirakit menjadi satu kesatuan. Di dalamnya terdapat puluhan ayat Alquran yang disulam dengan detail tinggi, menjadikan Kiswah sebagai salah satu karya tekstil religius paling kompleks di dunia Islam.

Proses produksinya melalui tujuh tahapan utama, mulai dari pemurnian air, pencucian dan pewarnaan sutra, penenunan kain, pencetakan motif ayat, hingga penyulaman emas dan perak, serta tahap akhir perakitan dan pemeriksaan kualitas.

Seluruh pekerjaan dilakukan di Kompleks Raja Abdulaziz, sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Makkah, oleh para penjahit, teknisi, hingga penyulam yang bekerja dengan standar presisi tinggi untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan ayat suci.

Setelah selesai diproduksi, Kiswah akan diserahkan kepada pengelola Masjidil Haram beberapa hari sebelum pergantian kain Ka’bah yang dilakukan setiap 1 Muharram. Proses penggantian Kiswah sendiri telah menjadi tradisi yang berlangsung turun-temurun sejak era modern pengelolaannya dimulai pada 1927 oleh Raja Abdulaziz.

Kompleks produksi Kiswah yang beroperasi penuh sejak 1977 ini menjadi pusat utama pembuatan kain Ka’bah hingga saat ini.

Di tengah dinamika dunia Islam, Kiswah Ka’bah tetap menjadi simbol pemersatu umat, menggambarkan kesinambungan spiritual sekaligus warisan peradaban Islam yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *