Dari Pengasapan Negeri hingga Mandi Belimau, Begini Tradisi Adat Tiga Luhah Semurup

Mandi Belimau, Ritual Adat yang Selalu Dinanti Masyarakat Tiga Luhah Semurup
INDOSBERITA.ID, KERINCI – Ribuan masyarakat Tiga Luhah Semurup, Kabupaten Kerinci, memadati lokasi pelaksanaan tradisi Mandi Belimau yang menjadi puncak rangkaian Kenduri Sko. Tradisi turun-temurun ini berlangsung meriah sekaligus khidmat sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya warisan leluhur.
Para pemangku adat Tiga Luhah Semurup memimpin langsung prosesi Mandi Belimau. Kegiatan diawali dengan iring-iringan masyarakat yang berjalan melintasi bagian bawah panggung. Selanjutnya, para pemangku adat menyiramkan air suci yang telah mereka doakan kepada warga sebagai simbol penyucian diri.
Prosesi kemudian berlanjut dengan menyeberangi Sungai Batang Merao. Ribuan masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan antusias, sehingga menambah semarak pelaksanaan tradisi adat tersebut.
Depati Sigumi Kudrat, Rusdi Fachrizal, menjelaskan bahwa masyarakat terlebih dahulu melaksanakan tradisi pengasapan negeri selama tiga hari sebelum menggelar Mandi Belimau.
“Sebelum melaksanakan Mandi Belimau, kami terlebih dahulu melakukan pengasapan negeri selama tiga hari. Tujuannya untuk mendinginkan negeri, kemudian kami melanjutkannya dengan tradisi Mandi Belimau yang memiliki makna menghilangkan penyakit.” ujarnya.Sabtu 7 November 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian tradisi tersebut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Tiga Luhah Semurup. Selain menjadi bagian dari ritual adat, kegiatan ini juga memperkuat hubungan masyarakat dengan tradisi dan nilai-nilai budaya leluhur.
Melalui Kenduri Sko dan tradisi Mandi Belimau, masyarakat Tiga Luhah Semurup terus menjaga identitas adat agar tetap hidup dan di kenal oleh generasi penerus.





