Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu orang warga dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Kejadian ini tercatat dalam laporan kebencanaan harian BNPB untuk periode Sabtu pagi hingga Minggu pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya longsor. Kondisi tanah yang labil membuat tebing di sekitar permukiman tidak mampu menahan beban air, sehingga runtuh dan menimpa rumah warga.
Usai kejadian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat desa, serta relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, dan penanganan darurat bagi warga terdampak. Proses pembersihan material longsor juga dilakukan guna membuka kembali akses lingkungan.
Cuaca ekstrem tidak hanya memicu longsor, tetapi juga menyebabkan angin kencang di wilayah lain. Di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, delapan rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin. Puluhan warga terdampak dan membutuhkan bantuan logistik.
BPBD setempat telah melakukan kaji cepat serta menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok. Masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.