Bulog Bali Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nyepi dan Idulfitri

Bulog Bali Pastikan Stok Beras Aman Jelang Nyepi dan Idulfitri

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

INDOSBERITA.ID DENPASAR – Perum Bulog wilayah Bali memastikan ketersediaan beras cadangan pemerintah dalam kondisi aman menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Stok yang tersedia dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.

Pimpinan Wilayah Bulog Bali, M Anwar, menyampaikan bahwa saat ini persediaan beras cadangan pemerintah mencapai sekitar 15.000 ton. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar dua setengah bulan ke depan.

Menurut Anwar, rata-rata kebutuhan beras untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan di Bali mencapai sekitar 6.000 ton setiap bulan. Dengan ketersediaan stok saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras menjelang hari besar keagamaan.

Selain mengandalkan stok yang ada, Bulog Bali juga terus menyerap produksi beras dari petani lokal. Penyerapan tersebut mencapai sekitar 60 ton per hari atau sekitar 1.800 ton setiap bulan di luar musim panen raya.

Bulog juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan menjelang perayaan hari raya. Ketersediaan beras SPHP di pasar diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Saat ini beras SPHP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram dan diprioritaskan untuk distribusi di pasar rakyat atau pasar tradisional. Permintaan tertinggi tercatat berada di Kabupaten Tabanan, Buleleng, dan Kota Denpasar.

Selain beras, Bulog Bali juga menyalurkan minyak goreng merek MinyaKita dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter sebagai upaya membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Bulog bersama pemerintah daerah juga terus menggelar program gerakan pangan murah serta menyalurkan bahan pokok melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) guna menekan inflasi dan menjaga ketersediaan pangan di Bali.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *