Menteri Olahraga Iran Isyaratkan Absen di Piala Dunia

Menteri Olahraga Iran Isyaratkan Absen di Piala Dunia

Timnas sepak bola Iran. (Beritasatu.com/Dok. Team Melli/Instagram)

INDOSBERITA.ID.SPORT – Pemerintah Iran memberi sinyal kemungkinan tidak akan mengikuti Piala Dunia FIFA 2026 di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengatakan kondisi keamanan nasional saat ini membuat partisipasi tim nasional dalam turnamen tersebut menjadi sulit dipastikan. Ia menilai konflik yang terjadi telah menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi para atlet untuk bertanding di ajang internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan udara yang dilaporkan terjadi hampir dua pekan lalu. Serangan itu disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Donyamali menegaskan keselamatan para pemain menjadi pertimbangan utama pemerintah. Ia juga menyatakan kondisi saat ini membuat Iran sulit mengirimkan tim ke negara yang menjadi lokasi pertandingan.

Turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Berdasarkan hasil undian yang digelar pada Desember lalu, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, termasuk dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.

Di tengah spekulasi tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan Iran tetap diperbolehkan mengikuti turnamen tersebut. Hal itu disampaikan Infantino setelah pertemuan keduanya yang membahas persiapan Piala Dunia 2026.

Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengeluarkan keputusan resmi mengenai kemungkinan absennya Iran dari turnamen tersebut. Sementara itu, tim nasional Iran sebenarnya telah memastikan tiket ke Piala Dunia setelah lolos dari babak kualifikasi zona Asia beberapa waktu lalu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *