adan Gizi Nasional: Program MBG Prioritaskan Ibu dan Balita

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat memberikan arahan kepada petugas SPPG di Lampung. Foto: ANTARA/HO-BGN.
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mempertegas arah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menempatkan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai prioritas utama penerima manfaat. Penegasan ini disampaikan menyusul temuan di lapangan bahwa sejumlah dapur layanan baru justru lebih dulu menyasar sekolah.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan kelompok 3B—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—harus menjadi fokus pertama saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai beroperasi. Menurutnya, periode awal kehidupan anak, terutama 1.000 hari pertama, menjadi fase krusial yang menentukan kualitas generasi mendatang.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi membangun fondasi kesehatan bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Indonesia menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan puluhan negara lain yang hanya menjalankan program makan gratis di sekolah. Melalui konsep “school meal plus”, MBG menjangkau langsung kelompok rentan hingga ke rumah-rumah dengan melibatkan kader posyandu.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi inovasi penting karena memastikan asupan gizi tidak hanya diterima anak usia sekolah, tetapi juga calon generasi sejak dalam kandungan.
BGN optimistis program ini menjadi investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Di berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang disebut mulai tumbuh. Anak-anak kini semakin memahami bahwa makanan sehat harus mengandung karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.
Dengan penguatan sasaran prioritas ini, BGN berharap MBG benar-benar menjadi motor penggerak lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan.(Zr)




