30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an, 7 Anak Binaan Siap Jadi Guru Ngaji

Tim Lembaga Pembinaan Khusus Anak Muaro Bulian dan Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi menyambangi Lembaga Pembinaan Anak Binaan
INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian menutup secara resmi Program 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an pada Rabu (21/1/2026). Program pembelajaran Al-Qur’an ini telah berjalan selama dua bulan, menjadi bagian dari pembinaan kerohanian bagi Anak Binaan LPKA, bekerja sama dengan Komunitas Gerakan Akhir Zaman Cinta Al-Qur’an (GAZAQCU) serta didukung Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi.
Kepala LPKA Muara Bulian, Kasogi M. Fattah, mengapresiasi peran serta para mitra dalam mendukung pembinaan kerohanian dan pembentukan karakter Anak Binaan. Ia menekankan hasil nyata program ini, di mana Anak Binaan yang sebelumnya tidak mengenal huruf Hijayah kini sudah mampu membaca Al-Qur’an. Bahkan, beberapa anak yang sudah mahir kini mampu membantu mengajar teman-temannya.
“Kami melihat perubahan positif yang signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan kedekatan spiritual Anak Binaan,” ujarnya.
Ketua GAZAQCU, Arnoli, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan terlibat dalam pembinaan kerohanian ini. Ia berharap pembelajaran yang telah dilakukan dapat berlanjut secara mandiri, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an terus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari Anak Binaan.
Dari 64 Anak Binaan yang mengikuti program, evaluasi menunjukkan tujuh di antaranya memiliki kemampuan cukup untuk menjadi guru mengaji di masa depan. Salah satu peserta, AP, menuturkan pengalaman mengikuti program: “Belajar Al-Qur’an di sini membuat kami lebih tenang dan dekat dengan Allah. Kami tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memperbaiki diri.”
LPKA Muara Bulian berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang dapat diaplikasikan Anak Binaan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang bertakwa dan berakhlak mulia.




