HUT ke-27 Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno Beberkan Capaian Pembangunan dan Program Unggulan

Muaro Jambi Genap 27 Tahun, IPM Naik dan Kemiskinan Turun.
INDOSBERITA.ID, MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno memaparkan capaian pembangunan, program unggulan, dan penghargaan yang diraih pemerintah daerah selama Oktober 2025 hingga Oktober 2026.
Pemaparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi perjalanan Kabupaten Muaro Jambi dalam mewujudkan visi dan misi Muaro Jambi Berbakti 2025–2029.
Bambang menyampaikan paparan itu dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muaro Jambi, Selasa (27/10/2026), di Gedung DPRD Muaro Jambi.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Muaro Jambi Berakhlak, Adil dan Maju”. Tema tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua DPRD Muaro Jambi Aidi Hatta, S.Ag., memimpin rapat paripurna tersebut. Hadir pula Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir, anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi, serta anggota DPRD Provinsi Jambi.
Sejumlah kepala daerah se-Provinsi Jambi, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK, Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono, S.Sos., M.T., kepala OPD, camat, unsur TNI-Polri, kepala desa, tokoh masyarakat, dan tamu undangan juga menghadiri kegiatan tersebut.
Bambang Ajak Masyarakat Perkuat Pembangunan
Bambang mengatakan, Kabupaten Muaro Jambi genap berusia 27 tahun pada 12 Oktober 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai pertambahan usia daerah sebagai momentum untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan warga Negeri Sailun Salimbai.
Menurutnya, berbagai kemajuan pembangunan lahir dari kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Selama satu tahun delapan bulan memimpin bersama Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, Bambang terus mendorong program prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
IPM Naik, Kemiskinan Turun
Dalam pemaparannya, Bambang mengungkapkan sejumlah indikator makro yang menggambarkan perkembangan pembangunan Kabupaten Muaro Jambi.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat. Angkanya naik dari 70,79 pada 2021 menjadi 73,87 pada 2025.
Dari sektor ekonomi, pertumbuhan Muaro Jambi mencapai 0,35 persen pada 2020. Angka tersebut meningkat menjadi 3,96 persen pada 2021 dan 8,05 persen pada 2022.
Pertumbuhan ekonomi kemudian tercatat 5,97 persen pada 2023 dan 6,33 persen pada 2024. Pada 2025, angkanya melambat menjadi 4,50 persen.
Bambang menjelaskan, perlambatan tersebut berkaitan dengan kontraksi sektor konstruksi sebesar 8,54 persen. Kondisi ini terjadi setelah penyelesaian sejumlah proyek besar, termasuk Tol Sebapo–Pijoan dan Stadion Swarna Bumi.
Di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan perbaikan. Setelah mencapai 4,32 persen pada 2025, tingkat kemiskinan turun menjadi 4,05 persen pada 2026.
Tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari 5,40 persen pada 2023 menjadi 5,02 persen pada 2025.
Sementara itu, PDRB per kapita meningkat dari Rp85,69 juta pada 2023 menjadi Rp102,14 juta pada 2025. Gini ratio turut membaik, dari 0,344 menjadi 0,269. Angka ini menunjukkan penurunan tingkat ketimpangan pendapatan.
Panca Cita Jadi Arah Pembangunan Muaro Jambi
Untuk mewujudkan visi Muaro Jambi Berbakti 2025–2029, pemerintah daerah mengusung Panca Cita sebagai arah pembangunan.
Panca Cita mencakup kemajuan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta penguatan nilai-nilai yang mendukung kemajuan daerah.
Melalui lima fokus tersebut, Pemkab Muaro Jambi berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Momentum HUT ke-27 juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi program yang telah berjalan. Pemerintah berharap sinergi dengan DPRD dan masyarakat terus menguat agar pembangunan semakin merata.
Dengan semangat “Muaro Jambi Berakhlak, Adil dan Maju”, Pemkab Muaro Jambi berkomitmen melanjutkan pembangunan demi meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.





