Festival Budaya Kerinci Ditutup dengan Rentak Kudo, Bupati dan Wabup Larut dalam Tarian

Festival Budaya Kerinci Ditutup dengan Rentak Kudo, Bupati dan Wabup Larut dalam Tarian

Danau Kerinci Bergemuruh oleh Rentak Kudo, Festival Budaya 2026 Berakhir Meriah

INDOSBERITA.ID, KERINCI – Rentak Kudo Busamo Kudo Kelabu dari Desa Sungai Renah, Kecamatan Kayu Aro Barat, menghadirkan kemeriahan pada penutupan Festival Budaya Kerinci 2026, Minggu (25/10/2026). Bupati Kerinci Monadi bersama Wakil Bupati H. Murison ikut menari mengikuti irama musik tradisional di tengah antusiasme masyarakat.

Momen tersebut menjadi penutup rangkaian festival yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026. Selama empat hari, berbagai pertunjukan seni, tradisi, dan kearifan lokal mewarnai kegiatan sekaligus menarik perhatian masyarakat.

Monadi Bangga Kesenian Daerah Terus Berkembang

Bupati Kerinci Monadi mengapresiasi para seniman dan sanggar budaya yang terus menjaga tradisi leluhur. Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang bagi pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas dan memperkenalkan identitas budaya Kerinci.

“Saya bangga karena Festival Budaya Kerinci menjadi wadah bagi para seniman dan sanggar budaya untuk terus berkarya. Kita ingin kesenian daerah tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci,” ungkap Monadi.

Ia berharap festival pada tahun mendatang mampu menghadirkan kemeriahan yang lebih besar. Monadi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga dan mengembangkan kesenian tradisional.

Rentak Kudo Tutup Festival dengan Meriah

Antusiasme masyarakat sepanjang festival menunjukkan kuatnya kecintaan warga terhadap budaya daerah. Berbagai kelompok kesenian turut menyemarakkan acara sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Kerinci kepada pengunjung.

Puncak kemeriahan hadir saat kelompok Rentak Kudo Busamo Kudo Kelabu tampil pada penghujung acara. Irama musik tradisional mengiringi gerakan tari yang mengundang perhatian warga. Monadi dan Murison pun ikut menari bersama para peserta, menambah semarak suasana penutupan.

Festival Berakhir, Tradisi Harus Terus Hidup

Penutupan Festival Budaya Kerinci 2026 membawa pesan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, seniman, sanggar budaya, dan masyarakat perlu terus bekerja sama agar tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Selain menjaga identitas daerah, kegiatan budaya juga membuka peluang untuk memperkenalkan Kerinci kepada wisatawan. Dengan dukungan berkelanjutan, kesenian tradisional dapat terus berkembang sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata daerah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *