Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Kasus ISPA di Sungai Penuh Tembus Ribuan Kasus

Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Kasus ISPA di Sungai Penuh Tembus Ribuan Kasus

Dampak Kabut Asap,Membuat Kasus Ispa di Sungai Penuh Naik

 

INDOSBERITA.ID, SUNGAI PENUH – Kabut asap yang menyelimuti Kota Sungai Penuh memicu kekhawatiran terhadap kesehatan warga. Hingga menjelang pertengahan Oktober 2026, Dinas Kesehatan mencatat 2.498 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah kota.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Welly Anggriani, mengatakan anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang banyak menderita ISPA.

“Kasus ISPA di Kota Sungai Penuh sudah mencapai 2.498 kasus. Anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian karena lebih rentan mengalami gangguan pernapasan,” ujar Welly.

Menurut Welly, masyarakat perlu melindungi diri dari paparan asap. Warga juga perlu mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Dinas Kesehatan mengimbau warga menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah. Masyarakat juga perlu menjaga kondisi tubuh dan mengurangi paparan asap di lingkungan tempat tinggal.

Warga dapat menutup jendela ketika asap masuk ke dalam rumah. Selain itu, hindari aktivitas yang menambah polusi udara di dalam ruangan.

“Jangan abaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan. Kami mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika asap semakin pekat,” imbau Welly.Sbatu 24 Oktober 2026.

Ia juga mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan pernapasan. Masyarakat perlu mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala yang semakin berat.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan keluarga. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak dan lansia untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *