Kasus DBD di Sungai Penuh Tembus 231 Kasus, Dua Bulan Capai 120 Kasus

Pelaksana Tugas Kepalerlua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Welly Anggraini,
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, mencapai 231 kasus sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 kasus muncul pada Agustus hingga September.
Angka ini mendorong Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Terlebih lagi, kabut asap dan perubahan cuaca membuat masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan.
Cuaca Tak Menentu Picu Kewaspadaan
Cuaca yang berubah-ubah dapat memengaruhi kondisi lingkungan. Kelembapan udara dan genangan air juga memberi peluang bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Welly Anggraini, mengatakan perubahan cuaca perlu mendapat perhatian masyarakat.
“Cuaca yang tidak menentu dapat memicu munculnya genangan air di sejumlah tempat. Genangan tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD,” ujar Welly.Rabu 14 Oktober 2026.
Karena itu, masyarakat perlu memeriksa lingkungan rumah secara rutin. Warga juga perlu memastikan tidak ada wadah yang menampung air hujan.
Dua Bulan Catat 120 Kasus DBD
Dinas Kesehatan mencatat 120 kasus DBD selama Agustus hingga September 2026. Sementara itu, total kasus sejak Januari mencapai 231 kasus hingga akhir September.
Data tersebut menunjukkan pentingnya pencegahan sejak dini. Masyarakat perlu mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk agar risiko penularan tidak meningkat.
Selain itu, warga perlu mewaspadai barang-barang yang dapat menampung air. Ember, pot bunga, kaleng bekas, dan wadah terbuka bisa menjadi tempat nyamuk bertelur.
Dinkes Ajak Warga Terapkan 3M Plus
Untuk menekan risiko penularan, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Warga juga perlu menjalankan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus.
Gerakan ini mencakup tiga langkah utama. Pertama, kuras tempat penampungan air secara rutin. Kedua, tutup rapat semua wadah penyimpanan air. Ketiga, manfaatkan kembali atau singkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Masyarakat juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksa sudut rumah secara berkala. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi tempat nyamuk berkembang biak.
Dinas Kesehatan berharap warga berperan aktif dalam mencegah DBD. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan 3M Plus, masyarakat dapat melindungi keluarga sekaligus membantu menekan risiko penularan DBD di Kota Sungai Penuh.




