Jambi Belum Masuk 10 Besar Penghasil Kopi,Monadi Tantang Petani Dongkrak Produksi

Monadi Dorong Inovasi Kopi Kerinci, Targetkan Jadi Penghasil Kopi Terbesar
INDOSBERITA.ID.KERINCI — Bupati Kerinci Monadi mengajak petani dan pengrajin kopi memanfaatkan potensi kopi lokal untuk memperkuat ekonomi daerah. Ia mendorong pelaku usaha meningkatkan produksi, menjaga kualitas, dan menghadirkan inovasi baru agar kopi Kerinci mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Monadi menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Festival Kopi Kerinci 2026 di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.
Menurut Monadi, Kerinci memiliki modal kuat untuk mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan. Namun, petani dan pelaku usaha perlu terus bergerak agar potensi tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
Monadi Dorong Petani Perkuat Inovasi
Monadi meminta petani, pengrajin, dan seluruh pelaku usaha kopi terus mencari terobosan. Ia juga mengajak mereka meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan berbagai olahan kopi.
“Peningkatan kualitas dan produksi kopi harus kita lakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Monadi.Senin 21 September 2026.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat perkembangan industri kopi. Pemerintah dapat membuka ruang dukungan, sementara petani dan pelaku usaha memperkuat produksi serta inovasi di lapangan.
Jambi Punya Ruang untuk Tingkatkan Produksi
Monadi juga menyoroti posisi Provinsi Jambi dalam peta produksi kopi nasional. Menurutnya, Jambi belum masuk dalam 10 besar daerah penghasil kopi di Indonesia.
Kondisi tersebut, kata dia, membuka ruang bagi Kerinci untuk meningkatkan produksi dan mengambil peran lebih besar dalam sektor kopi nasional.
Karena itu, Monadi meminta petani tidak hanya mengejar jumlah produksi. Mereka juga perlu menjaga kualitas biji kopi, memperkuat pengolahan, serta menciptakan produk yang mampu menarik konsumen.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kabupaten Kerinci untuk terus meningkatkan sektor perkebunan kopi,” katanya.
Perluas Pasar Kopi Kerinci
Monadi juga mendorong pelaku usaha memperluas pengembangan produk olahan kopi. Langkah tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar baru.
Ia berharap petani dan pengrajin terus berinovasi sehingga kopi Kerinci semakin dikenal masyarakat di berbagai daerah.
Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi tersebut. Kegiatan ini juga mempertemukan pelaku usaha, petani, pengrajin, dan penikmat kopi dalam satu ruang promosi.
Monadi berharap seluruh pihak terus menjaga momentum tersebut melalui peningkatan produksi, inovasi, dan pengembangan produk.
Dengan langkah tersebut, ia menargetkan kopi Kerinci semakin dikenal luas dan mampu membawa Kabupaten Kerinci menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.



