Harga Masker Naik Usai Erupsi, Kemenkes Larang Penimbunan dan Pembatasan Pasokan

Foto Ilustrasi ChatGPT Image
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pelaku usaha agar tidak menimbun atau membatasi pasokan masker setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Peringatan tersebut menyusul laporan kenaikan harga masker di sejumlah wilayah. Kemenkes khawatir penimbunan dan pembatasan pasokan dapat mengganggu distribusi hingga memicu kelangkaan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan dari abu vulkanik.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan produsen dan distributor untuk menjaga ketersediaan masker di pasaran.
“Kami mengimbau pelaku usaha tidak melakukan penimbunan maupun pembatasan pasokan yang menyebabkan kelangkaan stok dan kenaikan harga secara tidak wajar,” kata Aji, Selasa (8/9/2026).
Kemenkes juga meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan harga masker. Pemerintah dapat menjatuhkan sanksi administratif hingga pidana kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan.
Sanksi administratif antara lain berupa teguran hingga pencabutan izin berusaha, sesuai tingkat pelanggaran.
Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi
Kemenkes mengajak masyarakat ikut mengawasi peredaran masker di pasaran. Warga yang menemukan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar dapat melaporkannya kepada Kemenkes.
Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp pengaduan di nomor 0821-14870070 atau 0838-30032003. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Mobile Alkes.
Di sisi lain, Kemenkes meminta masyarakat membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau pembelian secara berlebihan.
Untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik, masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, atau KF94. Jika jenis masker tersebut belum tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis.
Kemenkes Salurkan Lebih dari 100 Ribu Masker
Selain menjaga pasokan di pasaran, Kemenkes terus mengirimkan dukungan logistik kesehatan ke wilayah terdampak erupsi.
Hingga saat ini, Kemenkes telah menyalurkan lebih dari 100 ribu masker N95 dan masker medis, serta ribuan kacamata pelindung, obat-obatan, dan alat kesehatan secara gratis.
Bantuan tersebut menyasar wilayah yang mengalami dampak erupsi cukup parah, antara lain Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jakarta.
Kemenkes bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus memantau ketersediaan, distribusi, serta harga masker untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sumber:Tribunnews



