Karhutla Mengintai,Jalur Pendakian Gunung Api Kerinci Masih di Tutup Untuk Pengunjung

Gunung Api Kerinci Wiki Pedia
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci mulai 1 September 2026.
BBTNKS mengambil langkah ini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kebijakan tersebut mengikuti arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia meminta pengelola taman nasional menghentikan sementara aktivitas pendakian di sejumlah kawasan.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan BBTNKS, Meri Deswita, mengatakan penutupan mencakup seluruh akses pendakian Gunung Kerinci.
“BBTNKS akan menutup semua jalur pendakian. Jalur dari Solok Selatan maupun Pintu Rimba di Kayu Aro juga kami tutup,” kata Meri, Kamis (3/9/2026).
Meri menjelaskan, kebijakan tersebut berlaku untuk sejumlah kawasan konservasi di Indonesia. Pemerintah mengambil langkah itu untuk menghadapi risiko karhutla selama musim kemarau.
BBTNKS mulai menutup jalur pendakian pada 1 September 2026. Namun, pemerintah belum menetapkan jadwal pembukaan kembali.
“Penutupan mulai 1 September 2026 hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.
Meri juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Imbauan itu terutama berlaku bagi warga yang mengelola perkebunan.
Musim kemarau membuat kondisi lahan lebih mudah terbakar. Api juga dapat menyebar dengan cepat dan mengancam kawasan hutan.
Karena itu, Meri meminta masyarakat menjaga lingkungan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah dan tumpukan dedaunan.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan pula membakar tumpukan sampah dan dedaunan,” katanya.
Sembilan Taman Nasional Tutup Pendakian
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga menutup sementara jalur pendakian di sembilan taman nasional.
Kebijakan itu mencakup Gunung Semeru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional Kerinci Seblat juga masuk dalam daftar tersebut.
Selain itu, pemerintah menutup pendakian di Taman Nasional Gunung Ciremai dan Taman Nasional Tambora.
Kebijakan serupa berlaku di Taman Nasional Manusela dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
Pemerintah juga menutup jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Gunung Leuser.
Sementara itu, Taman Nasional Lorentz menutup jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.
Pemerintah masih membuka beberapa destinasi pendakian secara terbatas. Lokasinya meliputi Taman Nasional Gunung Rinjani dan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro juga masuk dalam daftar tersebut. Begitu pula dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.



