Dua Jalan Menuju Kursi Ketum PBNU, 560 Peserta Muktamar NU Mulai Voting

Sekretaris Steering Committee sekaligus pimpinan Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)
INDOSBERITA.ID.JAWA TIMUR – Sebanyak 560 peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai melakukan voting untuk menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Proses pengambilan suara berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026) malam.
Peserta muktamar memilih melalui voting setelah Komisi Organisasi belum menemukan titik temu mengenai mekanisme pemilihan ketua umum. Forum tersebut sebelumnya mencoba menyelesaikan pembahasan melalui musyawarah mufakat, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.
Sekretaris Steering Committee sekaligus pimpinan Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa peserta menggunakan voting sebagai langkah pengambilan keputusan ketika forum tidak mencapai mufakat.
“Alhamdulillah, tadi Komisi Organisasi sudah menyampaikan hasil komisinya. Tinggal satu memang di pembahasan itu yang harus melalui mekanisme voting dan itu kita hargai karena bagian dari cara mengambil keputusan,” ujar Mohammad Nuh di lokasi muktamar.
Dua Mekanisme Perebutkan Pilihan Peserta
Voting tersebut menawarkan dua pilihan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Opsi pertama mempertahankan pola pemilihan yang berlaku pada muktamar sebelumnya.
Dalam opsi ini, PCNU, PWNU, dan PCINU mengusulkan nama calon ketua umum. Calon kemudian meminta restu Rais Aam sebelum peserta muktamar menentukan pilihan melalui pemungutan suara langsung.
Sementara itu, opsi kedua menawarkan perubahan mekanisme. Setiap cabang dapat mengajukan lebih dari satu nama calon. Panitia kemudian menyusun peringkat berdasarkan jumlah usulan yang masuk.
Setelah memperoleh restu Rais Aam, para calon masuk ke tahap pemilihan melalui ahlul halli wal aqdi (AHWA).
“Ada usulan perubahan yaitu setiap cabang mengusulkan lebih dari satu, nanti diranking terbesarnya berapa, habis itu mendapatkan restu Rais Aam, dipilih oleh AHWA,” kata Mohammad Nuh.
Dengan dua pilihan tersebut, 560 peserta kini menentukan arah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031. Hasil voting akan menentukan apakah muktamar mempertahankan pola pemilihan sebelumnya atau menerapkan mekanisme baru.



