Pertamax Turun! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 24 Agustus 2026

Foto di salah satu SPBU.
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Harga BBM Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat pada Senin (24/8/2026). Pada Agustus 2026, Pertamina menurunkan sejumlah harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.
Pertama, penurunan harga mencakup Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, Pertamina tetap mempertahankan harga Dexlite dan Pertamina Dex.
Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax kini mencapai Rp15.950 per liter. Sebelumnya, konsumen membayar Rp16.250 per liter. Dengan kata lain, harga Pertamax turun Rp300 per liter.
Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan. Harga BBM tersebut turun Rp400, yakni dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Berikutnya, Pertamax Turbo mencatat penurunan paling besar. Dari sebelumnya Rp19.300 per liter, harganya kini menjadi Rp18.300 per liter. Dengan demikian, konsumen mendapatkan penurunan sebesar Rp1.000 per liter.
Di sisi lain, Pertamina tetap menjual Pertamina Dex dengan harga Rp21.150 per liter. Begitu pula, harga Dexlite masih bertahan di angka Rp19.700 per liter.
Untuk BBM subsidi, Pertamina juga belum mengubah harga Pertalite dan Bio Solar. Oleh karena itu, konsumen masih membeli Pertalite seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Adapun harga BBM Pertamina berbeda di sejumlah wilayah. Hal ini terjadi karena harga BBM mengikuti ketentuan yang berlaku di masing-masing daerah.
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertama-tama, berikut harga BBM Pertamina di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Selanjutnya, harga BBM di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau tercatat sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.100 per liter
- Dexlite: Rp20.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
FTZ Sabang
Khusus kawasan FTZ Sabang, harga BBM juga memiliki ketentuan tersendiri. Berikut rinciannya:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp14.950 per liter
- Dexlite: Rp18.450 per liter
FTZ Batam
Kemudian, konsumen di kawasan FTZ Batam dapat membeli BBM dengan harga berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp17.400 per liter
- Dexlite: Rp18.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Sementara itu, harga BBM di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur tercatat sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Berikutnya, masyarakat di Bali, NTB, dan NTT menghadapi harga BBM sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Biosolar Nonsubsidi: Rp19.600 per liter khusus NTT
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, Pertamina menetapkan harga berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
Sementara itu, harga BBM di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara berada pada level berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.100 per liter
- Dexlite: Rp20.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Selanjutnya, masyarakat di wilayah Sulawesi dapat melihat daftar harga berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Maluku dan Maluku Utara
Untuk Maluku dan Maluku Utara, Pertamina mencantumkan harga sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua
Kemudian, harga BBM Pertamina di Papua tercatat sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.700 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
Di sisi lain, konsumen di Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat membeli BBM dengan harga berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Terakhir, harga BBM Pertamina di Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan tercatat sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp20.150 per liter
Dengan demikian, masyarakat perlu mengecek harga BBM sesuai wilayah sebelum mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Secara keseluruhan, penurunan harga paling besar terjadi pada Pertamax Turbo.
Selain itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 juga mengalami penurunan. Sebaliknya, Pertalite dan Bio Solar masih mempertahankan harga subsidi masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Oleh sebab itu, masyarakat yang hendak mengisi BBM sebaiknya memperhatikan jenis bahan bakar dan wilayah SPBU. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui harga yang berlaku sebelum melakukan pengisian.
Sumber:Inews



