Fajar/Fikri meraih kemenangan lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 21-19, 21-19. Hasil itu sekaligus melanjutkan tren positif mereka setelah sepekan sebelumnya juga mengalahkan lawan yang sama di final Japan Open 2026.
Fajar/Fikri Raih Dua Gelar Beruntun
Kesuksesan di China Open terasa semakin istimewa. Pasalnya, turnamen ini berstatus BWF Super 1000, lebih tinggi dibanding Japan Open yang berada di level Super 750.
Fajar mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai kemenangan itu lahir dari kerja keras dan semangat pantang menyerah sepanjang dua pekan terakhir.
“Kami bersyukur bisa menyelesaikan turnamen ini dengan hasil terbaik. Mempertahankan gelar di China Open dan meraih dua gelar beruntun tentu sangat membahagiakan,” ujar Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Menurut Fajar, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae memberikan perlawanan yang jauh lebih agresif dibanding pertemuan mereka di Jepang. Meski kondisi fisik mulai terkuras, ia dan Fikri terus mencari cara untuk membalikkan keadaan hingga akhirnya memastikan kemenangan.
Fajar juga memberikan apresiasi kepada Fikri yang tampil konsisten sepanjang pertandingan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi dorongan bagi sektor ganda putra Indonesia untuk kembali bersaing di papan atas dunia.
Bangkit Setelah Kecewa di Indonesia Open
Fajar mengakui hasil buruk pada Indonesia Open 2026 menjadi motivasi besar bagi mereka. Saat itu, pasangan Indonesia tersebut harus tersingkir sejak babak pertama di hadapan publik sendiri.
Kegagalan tersebut mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Upaya itu membuahkan hasil dengan tampil sebagai finalis di Singapore Open, kemudian menjuarai Japan Open dan China Open secara beruntun.
“Kami menjadikan hasil di Indonesia Open sebagai motivasi untuk membuktikan kemampuan kami,” kata Fajar.
Fikri Puji Kepemimpinan Fajar di Lapangan
Fikri menolak anggapan bahwa dirinya mengambil peran lebih besar saat Fajar mengalami penurunan kondisi fisik. Sebaliknya, ia merasa Fajar terus memberikan arahan dan semangat sepanjang pertandingan.
Menurut Fikri, dukungan dari pasangannya membuat dirinya tetap percaya diri meski pertandingan berlangsung sangat menguras tenaga.
“Kami sama-sama sudah kelelahan. Namun, ini pertandingan final sehingga kami ingin memberikan segalanya sampai poin terakhir,” ujar Fikri.
Fokus Persiapan Kejuaraan Dunia 2026
Setelah menutup tur Asia dengan dua gelar beruntun, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus ke Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di India pada 17–23 Agustus mendatang.
Mereka berencana menjalani program latihan intensif setibanya di Indonesia agar mampu mempertahankan performa terbaik pada ajang paling bergengsi tersebut.
Masuk Daftar Ganda Putra Legendaris Indonesia
Keberhasilan mempertahankan gelar juga mengantarkan Fajar/Fikri masuk dalam daftar elite ganda putra Indonesia yang mampu menjadi juara China Open dua tahun berturut-turut.
Sebelum mereka, hanya tiga pasangan Indonesia yang pernah menorehkan prestasi serupa, yakni Sigit Budiarto/Candra Wijaya (2004-2005), Markis Kido/Hendra Setiawan (2006-2007), serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (2016-2017).
Prestasi tersebut semakin menegaskan posisi Fajar/Fikri sebagai salah satu pasangan ganda putra terbaik Indonesia yang tetap mampu bersaing di level tertinggi dunia.