Argentina Dituding Main ‘Dark Arts’, Media Inggris Ungkap 31 Insiden Kontroversial

Argentina Dituding Main 'Dark Arts', Media Inggris Ungkap 31 Insiden Kontroversial

Hasil pertandingan terbaru dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 CONMEBOL pada Jumat, 13 Oktober 2023, telah memperlihatkan perubahan signifikan.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Media Inggris The Telegraph menilai tim nasional Argentina menggunakan berbagai cara untuk mengganggu permainan Inggris saat meraih kemenangan 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026.

Dalam ulasannya, The Telegraph mencatat 31 insiden yang disebut sebagai dark arts, yakni taktik kontroversial untuk memecah konsentrasi lawan, memperlambat tempo pertandingan, dan menekan mental para pemain Inggris.

Melalui artikel berjudul Argentina Masters of Football’s “Dark Arts”, media tersebut menyebut Argentina tidak hanya mengandalkan kualitas teknik, tetapi juga memaksimalkan duel fisik, provokasi, dan perang psikologis sepanjang laga.

Tekanan Sudah Dimulai Sejak Menit Awal

Sejak peluit pertama berbunyi pada Rabu (15/7/2026), para pemain Argentina langsung memberikan tekanan kepada Inggris.

Baru 19 detik pertandingan berjalan, Alexis Mac Allister melancarkan tekel keras kepada Elliot Anderson. Satu menit kemudian, Leandro Paredes mendorong Jude Bellingham dari belakang hingga memicu ketegangan di lapangan.

Argentina terus menjaga intensitas permainan. Enzo Fernández dan Giuliano Simeone beberapa kali menghentikan pergerakan Anderson melalui pelanggaran. Pada menit ke-11, Fernández kembali menjatuhkan gelandang Inggris tersebut. Insiden itu memicu aksi saling dorong meski wasit tidak mengeluarkan kartu.

Provokasi Jadi Sorotan

Selain permainan fisik, The Telegraph juga menyoroti sejumlah aksi provokasi pemain Argentina.

Giuliano Simeone, misalnya, bertabrakan dengan kiper Jordan Pickford meski lebih dulu berada dalam posisi offside. Setelah itu, ia memperlihatkan gestur yang dianggap mengejek lawan.

Pada menit ke-15, Paredes menekel Bellingham lalu berdiri di dekatnya sambil terus melayangkan protes kepada wasit. Beberapa saat kemudian, Simeone kembali memancing emosi pemain Inggris dengan menepuk kepala Anthony Gordon setelah melakukan pelanggaran.

Kerumunan Pemain di Sekitar Wasit

Momen lain yang mendapat perhatian terjadi pada menit ke-36. Sejumlah pemain Argentina langsung mengerumuni wasit setelah Elliot Anderson menerima kartu kuning akibat melanggar Lionel Messi.

Mac Allister dan Paredes juga meminta wasit mempertimbangkan pemberian kartu kepada Harry Kane. Keduanya menilai Kane menutupi mulut saat berbicara, tindakan yang menjadi perhatian karena berkaitan dengan aturan baru yang di terapkan pada Piala Dunia 2026.

Meski menuai kritik dari media Inggris, strategi Argentina terbukti efektif. Albiceleste mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga laga usai dan memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026.

Sumber:Beritasatu

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *