Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Lapak! Bupati Merangin Tegaskan PKL Hanya Ditata

Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Lapak! Bupati Merangin Tegaskan PKL Hanya Ditata

Foto Ilustrasi Gemini Google

INDOSBERITA.ID.MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin terus menggenjot penataan kawasan Kota Bangko dengan memperbaiki drainase, menata pedagang kaki lima (PKL), serta meningkatkan kualitas fasilitas umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Merangin H. M. Syukur mengatakan penataan kota tidak hanya berfokus pada keindahan kawasan perkotaan. Pemerintah juga berupaya mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan warga, seperti genangan air akibat saluran drainase yang tersumbat dan rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pernyataan itu di sampaikan M. Syukur saat memberikan arahan kepada masyarakat pada kegiatan di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, Kelurahan Pematang Kandis, Jumat (10/7/2026).

PKL Di tata, Bukan Di gusur

Dalam arahannya, Bupati meluruskan anggapan bahwa Pemkab Merangin menggusur pedagang kaki lima. Ia menegaskan pemerintah hanya menata lokasi berdagang agar fasilitas publik kembali berfungsi sesuai peruntukannya.

“Saya tidak pernah mengusir para pedagang di pinggir jalan. Yang kami lakukan adalah menata dan menempatkan mereka sesuai peruntukannya. Jika semua badan jalan di pakai berjualan, untuk apa kita bangun trotoar bagi pejalan kaki?” ujar M. Syukur.

Menurutnya, penataan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan hak pejalan kaki untuk menggunakan trotoar secara aman dan nyaman.

Drainase Jadi Prioritas Pembenahan

Selain menata PKL, Pemkab Merangin juga mengidentifikasi sejumlah titik drainase yang mengalami penyumbatan berat. Petugas bahkan menjumpai saluran septic tank yang mengalir langsung ke drainase umum sehingga memperburuk aliran air dan mencemari lingkungan.

Pemerintah kini membongkar saluran yang bermasalah sekaligus memperbaiki drainase secara bertahap. Pekerjaan di mulai dari kawasan depan Yamaha hingga kawasan bawah jembatan layang.

M. Syukur meyakini pembenahan drainase mampu mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

Ajak Warga Jaga Kebersihan

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Merangin ikut menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta warga menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan karena keberhasilan penataan kota membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah masih kewalahan menghadapi sampah karena masih banyak yang suka buang di jalan padahal tempat sampah sudah di siapkan. Kalau kita ingin Merangin ini berubah menjadi kota yang rapi, bersih, dan nyaman, mari kita mulai dari kedisiplinan diri kita masing-masing,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *