Hadapi Ancaman Karhutla 2026, Jambi Minta Empat Helikopter ke BNPB

Hadapi Ancaman Karhutla 2026, Jambi Minta Empat Helikopter ke BNPB

Poto Ilustrasi – IA

INDOSBERITA.ID.JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026 dengan mengajukan bantuan armada udara kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan yang diminta berupa dua helikopter patroli dan dua helikopter water bombing untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kebakaran di wilayah rawan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, mengatakan pengajuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan terkait penempatan armada udara di Provinsi Jambi.

Menurut Andre, keberadaan helikopter patroli sangat dibutuhkan untuk memantau perkembangan titik panas sejak dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Sementara itu, helikopter water bombing akan difungsikan untuk membantu proses pemadaman dari udara, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat.

“Dukungan yang kami usulkan terdiri dari dua helikopter patroli dan dua helikopter water bombing,” kata Andre, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, armada udara memiliki peran strategis dalam penanganan kebakaran lahan gambut yang dikenal mudah terbakar dan memerlukan penanganan khusus. Pemadaman melalui jalur udara dinilai efektif untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

BPBD Jambi juga mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah mitigasi.

Meski kondisi titik panas di Jambi saat ini masih relatif terkendali, Andre menegaskan bahwa upaya pencegahan harus terus dilakukan secara maksimal. Selain menunggu bantuan helikopter dari BNPB, BPBD bersama instansi terkait terus menggencarkan patroli lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, serta operasi modifikasi cuaca guna meminimalkan risiko terjadinya karhutla selama musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat respons cepat terhadap potensi kebakaran sekaligus menjaga wilayah Jambi tetap aman dari ancaman karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau.

Sumber:RRIJAMBI

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *