Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Komnas HAM Turun Tangan

Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Komnas HAM Turun Tangan

Kondisi kendaraan roda empat yang terbakar saat peristiwa kerusuhan penonton usai laga play off sepakbola yang berlangsung pada hari Jumat (8/5) di Stadion Lukas Enembe, di Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Ardiles Leloltery/aa.

INDOSBERITA.ID.PAPUA – Kericuhan yang terjadi usai pertandingan play off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe mendapat perhatian serius dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Perwakilan Papua.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya menyesalkan terjadinya aksi anarkis yang pecah setelah pertandingan berlangsung pada Jumat malam (8/5).

“Kami sangat menyesalkan adanya kericuhan dalam pertandingan sepak bola ini. Hari ini kami datang langsung ke Stadion Lukas Enembe untuk melakukan pemantauan terhadap dampak yang ditimbulkan dari kejadian tersebut,” ujar Frits di Sentani, Sabtu.

Dalam pemantauan lapangan, Komnas HAM menemukan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan. Selain itu, puluhan kendaraan dilaporkan hangus terbakar akibat aksi massa yang tidak terkendali selepas pertandingan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sedikitnya 30 kendaraan terbakar, terdiri dari 20 unit mobil dan 10 kendaraan roda dua.

Frits juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang dinilai mampu mengendalikan situasi di tengah aksi massa yang semakin memanas. Menurutnya, tindakan aparat dalam upaya pembubaran massa dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Kami memang menemukan tabung gas air mata di lokasi. Namun dari sejumlah rekaman video yang beredar, tindakan tersebut dinilai sebagai langkah pengendalian situasi,” katanya.

Komnas HAM menilai insiden tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian tunggal, melainkan perlu ditelusuri lebih jauh terkait faktor penyebab dan tanggung jawab penyelenggaraan pertandingan.

Pihaknya berencana mendalami peran panitia pelaksana dan operator liga, termasuk mengkaji sejumlah aspek teknis pertandingan yang diduga memicu kekecewaan suporter.

“Kami akan mencari faktor pemicu kericuhan, termasuk meminta penjelasan terkait penggunaan video assistant referee (VAR), selain faktor kekalahan Persipura Jayapura,” ujar Frits.

Hingga kini, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan mulai kondusif, sementara aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan pendataan kerusakan akibat kericuhan tersebut.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *