Jalur Kerinci–Jambi Terputus Akibat Longsor 30 Meter di Batang Merangin

Sistem buka tutup diberlakukan, usai longsor di jalur Jambi-Kerinci.-ist/jambi-independent.co.id-
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Akses utama penghubung Kabupaten Kerinci–Jambi mendadak lumpuh total setelah bencana tanah longsor terjadi di Dusun Muara Hemat I, Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Jumat (8/5/2026) dini hari.
Longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di titik yang diketahui merupakan lokasi rawan dan pernah mengalami kejadian serupa. Material tanah sepanjang kurang lebih 30 meter menutup seluruh badan Jalan Nasional Kerinci–Bangko, membuat jalur utama tidak dapat dilalui dari kedua arah.
Akibatnya, arus kendaraan dari arah Sungai Penuh menuju Bangko maupun sebaliknya terhenti total. Antrean panjang kendaraan pun tak terhindarkan dan sempat mengular di kedua sisi jalan. Sejumlah pengendara bahkan dilaporkan terkejut dan panik karena mendapati jalan tiba-tiba tertutup saat melintas di waktu dini hari.
Dari informasi di lapangan, longsor diduga berasal dari area ladang milik warga bernama Ronal Sihaloho. Kondisi tebing di sekitar lokasi memang sudah lama dikategorikan rawan, dan hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga memperparah ketidakstabilan tanah hingga akhirnya ambrol.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas.
“Begitu menerima laporan, personel langsung kami gerakkan untuk mengamankan lokasi dan mengurai kepadatan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan lebih panjang,” kata Kombes Pol Adi Benny Cahyono.
Pihak kepolisian juga bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci serta operator alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor. Satu unit excavator langsung dikerahkan ke lokasi guna mengevakuasi timbunan tanah dan batu yang menutup jalan.
Proses pembersihan dilakukan secara bertahap mengingat volume material cukup besar dan kondisi medan yang masih labil. Aparat di lapangan juga mengatur sistem buka-tutup dan rekayasa lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan di sekitar lokasi kejadian.
Selain fokus pada evakuasi material, petugas juga melakukan pendataan, dokumentasi, serta pelaporan cepat ke pimpinan sebagai bagian dari penanganan bencana.
“Kami mengupayakan jalur bisa segera kembali normal. Namun masyarakat tetap kami imbau berhati-hati karena kondisi cuaca masih berpotensi memicu longsor susulan,” tambahnya.
Hingga Jumat pagi, proses pembersihan masih terus berlangsung di lokasi. Pihak terkait memperkirakan akses jalan Kerinci–Jambi dapat kembali dilalui setelah seluruh material longsor berhasil disingkirkan dari badan jalan.




