Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan agenda tersebut. Ia menilai, kegiatan keagamaan berskala internasional seperti ini dapat memperkuat nilai persaudaraan dan memberikan manfaat luas bagi umat.
Menurut Presiden Pemuda Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, rangkaian acara akan diisi dengan pembacaan Al-Qur’an selama tiga hari berturut-turut, dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama. Agenda ini juga menjadi bagian dari tradisi tahunan menjelang keberangkatan jemaah haji ke Arafah.
“Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga momentum spiritual. Kita ingin menghadirkan suasana kebersamaan umat Islam dari berbagai negara melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Selain itu, panitia juga telah mengajukan izin penggunaan area Masjid Istiqlal sebagai pusat kegiatan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa masjid terbesar di Asia Tenggara itu terbuka untuk berbagai kegiatan keumatan selama membawa nilai kebaikan.
“Masjid ini adalah rumah bersama. Selama kegiatannya membawa kemaslahatan, tentu kami mendukung,” kata Nasaruddin.
Di sisi lain, Said Aldi juga menyoroti aktivitas sosial yang telah dilakukan organisasinya. Dalam enam bulan terakhir, Pemuda Masjid Dunia aktif membantu membersihkan masjid dan musala di wilayah terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatra, dengan melibatkan pemuda setempat secara rutin.
Melalui kegiatan MTQ Internasional ini, diharapkan semangat kolaborasi lintas negara dan kepedulian sosial umat Islam dapat semakin diperkuat.