Wabup Murison Datangi 2 Desa yang Diterjang Banjir Bandang di Kerinci

Wabup Murison Datangi 2 Desa yang Diterjang Banjir Bandang di Kerinci

Wabup Kerinci Turun Langsung ke Lokasi Bencana, Warga Masih Berjuang Pulihkan Diri

INDOSBERITA.ID.KERINCI – Jalan berlumpur, sisa genangan air, dan dinding rumah yang masih basah menjadi saksi bisu terjangan banjir bandang dan longsor yang melanda Desa Pengasih Baru dan Desa Pengasih Lama, Kecamatan Bukit Kerman. Di tengah kondisi itu, Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, turun langsung ke lokasi pada Rabu pagi (6/5/2026), memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memantau penanganan darurat.

Bencana ini datang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Air yang meluap dari tanggul serta aliran dari perbukitan tak mampu ditahan oleh drainase yang ada, hingga akhirnya masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Dalam hitungan jam, lima rumah warga terendam banjir bandang, sementara satu rumah lainnya rusak akibat material longsor yang ikut terbawa arus. Meski tidak ada korban jiwa, suasana di lokasi masih menyisakan kepanikan dan kesedihan warga yang kehilangan barang-barang rumah tangga mereka.

Di beberapa titik, warga tampak masih membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah. Ada pula yang hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil barang sebelum air naik dengan cepat.

“Yang penting sekarang selamat dulu, barang sudah banyak yang hanyut,” ungkap salah satu warga dengan nada lelah.

Dalam kunjungannya, H. Murison menyusuri area terdampak dan berdialog langsung dengan warga. Ia menyampaikan rasa prihatin sekaligus belasungkawa atas musibah yang terjadi.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci turut berduka. Ini adalah ujian bagi kita semua, dan pemerintah akan hadir untuk membantu,” ujarnya di tengah lokasi banjir.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk evaluasi sistem drainase dan penguatan tanggul di wilayah rawan.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak desa dan instansi terkait. Penanganan awal berjalan, dan perbaikan infrastruktur akan menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Saat ini, warga bersama pemerintah desa masih bergotong royong melakukan pembersihan sisa lumpur dan puing. Sementara itu, imbauan siaga tetap disampaikan mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi di wilayah Bukit Kerman dan sekitarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *