BPBD menegaskan agar warga tidak melakukan pembakaran jerami padi maupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena aktivitas tersebut dinilai sangat berisiko dan dapat merugikan masyarakat luas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, mengatakan bahwa kondisi cuaca panas saat ini membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan, terutama jika pembakaran dilakukan dalam skala besar.
“Di tengah cuaca yang cukup panas, aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar atau pembakaran jerami sangat berbahaya dan sulit dikendalikan,” ujarnya.Minggu 12 April 2026
Ia menekankan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Menurutnya, kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana selama musim kemarau berlangsung.
“Untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, masyarakat harus ikut serta menjaga lingkungan dan menghindari hal-hal yang bisa memicu api,” tegasnya.
BPBD Kerinci berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam upaya pencegahan sehingga potensi bencana karhutla dapat ditekan dan kondisi lingkungan tetap aman selama musim kemarau.