Kemenangan Telak, Hati Terangkat: Bastoni dan Barella Dihujani Dukungan di San Siro

Kemenangan Telak, Hati Terangkat: Bastoni dan Barella Dihujani Dukungan di San Siro

Bek Inter Milan asal Italia bernomor punggung 95, Alessandro Bastoni, menyapa para pendukung saat meninggalkan lapangan selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Inter Milan dan AS Roma di stadion San Siro di Milan, pada 5 April 2026. (Foto: AFP via Getty Images)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Stadion Giuseppe Meazza (San Siro) menjadi saksi malam emosional bagi dua pilar Nasional Italia,”tim sepak bola pria Italia”, Alessandro Bastoni dan Nicolo Barella, saat Inter Milan menundukkan AS Roma dengan skor meyakinkan 5-2, Minggu (5/4) waktu setempat.

Pertandingan ini menandai debut keduanya di level klub pasca tragedi pahit Timnas Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti, memastikan Gli Azzurri absen untuk tiga edisi berturut-turut.sikutip dari inilah.com

Alessandro Bastoni, bek tengah berusia 26 tahun, menjadi sorotan utama setelah beberapa pekan terakhir diterpa kritik hebat akibat kartu merahnya di Zenica, yang dianggap sebagai salah satu faktor kekalahan Italia. Tekanan semakin meningkat setelah pengakuannya soal simulasi yang berujung pada kartu merah tidak adil bagi Pierre Kalulu, memunculkan rumor keinginannya hengkang ke Barcelona demi menjauh dari lingkungan yang “toxic”.

Namun semua kesedihan itu seketika sirna di San Siro. Saat Bastoni digantikan oleh pelatih Cristian Chivu, seluruh penonton serentak berdiri memberikan standing ovation, menandai dukungan moral luar biasa bagi sang pemain.

Momen emosional tak berhenti di situ. Nicolo Barella ikut menorehkan namanya di papan skor dengan gol kelima bagi Inter Milan. Begitu bola bersarang di gawang Roma, Barella tampak menahan air mata, membalas salam para pendukung, dan segera berlari ke pinggir lapangan untuk memeluk Chivu serta Bastoni.

Aksi ini menjadi simbol solidaritas dan pelipur lara bagi kedua pemain yang tengah menghadapi badai kritik di level internasional. Dukungan suporter Inter Milan menunjukkan bahwa meski dunia mungkin menilai keras, ada “rumah” yang selalu siap menerima mereka dengan hangat.

Lebih dari sekadar angka 5-2, laga ini menjadi obat penyemangat bagi Bastoni dan Barella, serta bukti bahwa kekuatan tim bukan hanya soal skor, tetapi juga solidaritas, empati, dan dukungan tanpa syarat

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *