Insiden terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, daerah yang dikenal memiliki tingkat kerawanan keamanan cukup tinggi. Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema dilaporkan gugur saat menjalankan tugas negara.
Kelompok yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan ini disebut berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang selama ini kerap melakukan gangguan bersenjata di sejumlah wilayah Papua.
Kabupaten Maybrat sendiri merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak tahun 2009, dengan pusat pemerintahan di Kumurkek. Wilayah yang dikenal dengan sebutan “Bumi A3” (Aifat, Aitinyo, Ayamaru) ini memiliki medan geografis yang menantang dan kerap menjadi titik rawan konflik bersenjata.
Usai insiden, aparat TNI segera memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis untuk mencegah potensi serangan susulan. Langkah ini juga dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih berada dalam suasana perayaan Idulfitri.
Pihak TNI menyebut telah mengantongi indikasi awal terkait kelompok pelaku penyerangan, namun masih melakukan verifikasi data secara mendalam sebelum mengambil langkah lanjutan di lapangan.
“Kami sudah memiliki dugaan, tetapi akan disampaikan setelah data benar-benar akurat,” ungkap perwakilan TNI dalam keterangan resminya.
Meski kehilangan dua prajurit terbaik, aparat menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan melemahkan komitmen dalam menjaga kedaulatan negara. Sebaliknya, kejadian tersebut memperkuat sinergi TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya.