Lebaran Warga Mojokerto Terendam Banjir

Masyarakat Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, harus merayakan Lebaran dengan kondisi banjir. (Beritasatu.com/Achmad Supriyadi)
INDOSBERITA.ID.MOJOKERTO – Warga di dua dusun di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terpaksa merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi banjir akibat tanggul jebol yang terjadi sejak Jumat malam (20/3/2026).
Banjir melanda Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan tanggul di Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, tidak mampu menahan debit air. Akibatnya, air meluap dan merendam permukiman warga.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga setinggi dada orang dewasa. Sejumlah rumah bahkan terendam hingga sekitar satu meter, memaksa warga bertahan di tengah genangan saat hari raya.
Salah satu warga, Abdul Rohman, mengungkapkan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 21.00 WIB. Ia menyebut banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Sadar, sehingga membuat aktivitas Lebaran tahun ini terganggu.
“Air masuk rumah cukup tinggi. Lebaran kali ini tidak bisa bersilaturahmi karena lingkungan masih terendam,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Kepala Desa Jumeneng, Sujiandoko, menyatakan sebanyak 178 kepala keluarga terdampak banjir tersebut. Meski ketinggian air sempat mencapai sekitar 80 sentimeter, pada Sabtu pagi dilaporkan mulai berangsur surut sekitar 10 sentimeter.
Namun demikian, sebagian warga masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing. Mereka terpaksa merayakan Lebaran di jalan desa atau area yang lebih tinggi sambil menunggu air benar-benar surut.




