Harga Emas Dunia Anjlok, Tertekan Dolar dan Lonjakan Energi

Harga emas global turun hari ini. (AP/AP)
INDOSBERITA.ID.LONDON – Harga emas global mengalami penurunan tajam pada Rabu (18/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta lonjakan harga energi di pasar internasional. Penurunan ini membawa harga emas ke level terendah dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot merosot lebih dari 3% ke kisaran US$ 4.844 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga melemah dengan persentase yang hampir sama.
Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya turut mengalami pelemahan. Harga perak, platinum, hingga palladium kompak turun cukup dalam seiring tekanan pasar yang meluas.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika nilai dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.
Di sisi lain, lonjakan harga energi akibat konflik global juga memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperbesar kemungkinan bank sentral seperti Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Suku bunga yang tinggi biasanya membuat emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Akibatnya, minat investor terhadap logam mulia tersebut ikut tertekan meskipun kondisi global sedang tidak stabil.
Meski dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), peran emas kali ini tertutupi oleh kombinasi penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat.
Sementara itu, kenaikan harga minyak dunia yang masih bertahan tinggi di atas US$ 100 per barel turut memperkuat tekanan inflasi global, sehingga menambah sentimen negatif terhadap pergerakan harga emas dalam jangka pendek.




