Arus Mudik di GT Kalikangkung Capai 36 Ribu Kendaraan

Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
INDOSBERITA.ID SEMARANG – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Dalam kurun waktu 11 jam, sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, tercatat sebanyak 36.372 kendaraan melintas menuju arah Semarang dan Solo.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menyampaikan, peningkatan volume kendaraan terjadi secara bertahap sejak pagi hari dan terus berlanjut hingga sore. “Arus lalu lintas terpantau dinamis, dengan lonjakan signifikan terjadi menjelang sore hari,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Pada pagi hari, arus kendaraan sempat stabil di kisaran 2.800 hingga 3.200 kendaraan per jam. Namun, menjelang siang hingga sore, jumlah kendaraan mengalami peningkatan cukup tajam. Puncak kepadatan terjadi pada pukul 15.00–16.00 WIB dengan total 4.201 kendaraan melintas dalam satu jam.
Meski sempat mengalami penurunan saat waktu istirahat siang, arus kendaraan kembali meningkat setelahnya. Hingga pukul 17.00 WIB, kondisi lalu lintas di GT Kalikangkung masih terpantau padat, dengan angka 3.750 kendaraan per jam.
Polisi memperkirakan volume kendaraan masih akan tinggi hingga malam hari seiring masih berlangsungnya puncak arus mudik. Para pemudik pun diimbau untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat jika mengalami kelelahan.
Di sisi lain, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional. Skema ini direncanakan berlaku dari KM 70 Tol Cikampek hingga KM 414 GT Kalikangkung.
Sebagai tahap awal, sistem one way akan diterapkan secara bertahap mulai dari KM 70 hingga KM 263 di wilayah Jawa Tengah. Dalam skema ini, seluruh jalur tol akan difokuskan untuk kendaraan dari arah barat menuju timur, sementara kendaraan dari arah sebaliknya akan dialihkan ke jalur arteri.
Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi kepadatan ekstrem yang kerap terjadi saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Dengan rekayasa tersebut, diharapkan distribusi kendaraan dapat lebih merata dan perjalanan pemudik menjadi lebih lancar.(zr)




