Idulfitri dan Nyepi, Muhammadiyah Imbau Toleransi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak menggelar takbir keliling menjelang Idul fitri 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan karena malam Idulfitri tahun ini bertepatan dengan perayaan hari raya Nyepi yang dijalankan umat Hindu di Bali. (Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya)
INDOSBERITA.ID.BALI – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak menggelar takbir keliling pada malam Idulfitri 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan karena momen tersebut bertepatan dengan perayaan Nyepi.
Menurut Haedar, sikap saling menghormati antarumat beragama perlu diutamakan, terutama dalam situasi di mana dua perayaan besar berlangsung bersamaan. Ia berharap warga Muhammadiyah dapat menahan diri dan menyesuaikan pelaksanaan takbir sebagai bentuk toleransi kepada umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
Ia menjelaskan bahwa salat Idulfitri tetap dapat dilaksanakan seperti biasa, baik di lapangan maupun di masjid, selama tidak mengganggu ketertiban umum. Namun, untuk malam takbiran, Haedar menyarankan agar kegiatan dilakukan secara terbatas tanpa penggunaan pengeras suara, atau cukup dilaksanakan di rumah dan lingkungan masjid.
Selain itu, Haedar juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai apabila terdapat perbedaan penetapan hari Idulfitri di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan.
Pimpinan Muhammadiyah berharap seluruh umat Islam, khususnya di Bali, dapat menjaga suasana damai dan harmonis. Dengan mengedepankan toleransi, perayaan Idulfitri diharapkan tetap berjalan khidmat tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah umat agama lain.




