Singgah Mudik di Cirebon, Coba 5 Kuliner Legendaris

Singgah Mudik di Cirebon, Coba 5 Kuliner Legendaris

Ilustrasi Empal Gentong Krucuk 1. (Instagram/Tangkapan Layar)

INDOSBERITA.ID.CIREBON – Perjalanan mudik melalui jalur Pantura kerap membawa para pemudik melintasi Cirebon, kota yang tak hanya dikenal sebagai titik persinggahan, tetapi juga surga kuliner dengan cita rasa khas dan sejarah panjang.

Di tengah perjalanan menuju kampung halaman, Cirebon menawarkan pengalaman berbeda bagi para pelintas. Beragam hidangan legendaris yang telah bertahan puluhan tahun menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari jajanan sederhana hingga makanan khas yang sarat rempah.

Berikut sejumlah kuliner legendaris yang bisa menjadi pilihan saat singgah di Cirebon:

Salah satu yang paling populer adalah Tahu Gejrot Kanoman Mang Wawan. Berlokasi di kawasan Pasar Kanoman, jajanan ini menyajikan tahu goreng yang disiram kuah gula merah dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Usaha yang dirintis sejak 1990 ini tetap mempertahankan cita rasa autentik hingga kini.

Bagi pencinta makanan berkuah, Mi Koclok Ibu Ijah menjadi pilihan menarik. Hidangan mi dengan kuah santan kental ini dilengkapi suwiran ayam, telur, dan tauge, menciptakan rasa gurih yang khas dan mengenyangkan, terutama dinikmati saat sore hingga malam hari.

Kuliner ikonik lainnya adalah Empal Gentong Krucuk 1. Daging sapi yang dimasak dalam gentong tanah liat dengan kayu bakar menghasilkan kuah bersantan kaya rempah. Selain empal gentong, tersedia pula empal asem dengan kuah lebih segar.

Tak lengkap rasanya ke Cirebon tanpa mencicipi nasi jamblang. Nasi Jamblang Mang Dul yang berdiri sejak 1970 menawarkan pengalaman makan dengan alas daun jati dan pilihan lauk beragam melalui sistem prasmanan.

Alternatif lainnya adalah Nasi Jamblang Pelabuhan NJP 1970 yang berada di sekitar area pelabuhan. Tempat ini terkenal dengan lauk khas seperti cumi hitam dan sate udang, serta suasana yang lekat dengan sejarah pekerja pelabuhan.

Singgah di Cirebon saat mudik bukan sekadar mengisi tenaga, tetapi juga menikmati kekayaan rasa yang menjadi bagian dari identitas kota. Beragam kuliner legendaris tersebut menghadirkan pengalaman tak terlupakan sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *