Pemprov DKI Ingatkan Potensi Hujan Saat Idulfitri dan Nyepi

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi hujan yang diperkirakan terjadi saat perayaan Idulfitri dan Hari Raya Nyepi. Prediksi tersebut merujuk pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan wilayah Jakarta dan sekitarnya berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan masyarakat perlu lebih waspada terhadap perubahan cuaca selama periode libur panjang tersebut. Menurutnya, potensi hujan diperkirakan masih terjadi saat perayaan dua hari besar itu berlangsung.
“Pada saat Idulfitri dan Nyepi nanti diperkirakan masih ada curah hujan di wilayah Jakarta,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Utara, Minggu, 15 Maret 2026.
Secara nasional, BMKG juga mengimbau para pemudik untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya mengikuti pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar rencana perjalanan mudik dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Ia menjelaskan, meskipun kondisi atmosfer secara umum masih relatif stabil, potensi hujan yang dapat disertai kilat dan angin kencang tetap berpeluang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer, seperti aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Rossby ekuatorial. Kedua fenomena tersebut meningkatkan kelembapan udara yang memicu pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama di sebagian Sumatra serta Jawa bagian tengah dan timur hingga 17 Maret 2026.
Masyarakat, khususnya para pemudik, diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama saat melintasi jalur-jalur utama perjalanan selama periode mudik Lebaran.(zr)




