Pemudik dari Commuter Line Merak Dialihkan ke Angkot Gratis

Selama masa mudik Lebaran 2026, perjalanan Commuter Line Merak hanya melayani rute hingga Stasiun Cilegon. Untuk membantu pemudik yang akan menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, disiapkan sebanyak 30 armada angkutan kota (angkot) gratis sebagai transportasi lanjutan. (Beritasatu.com/Ferry Yuniar)
INDOSBERITA.ID.CILEGON – Selama periode mudik Lebaran 2026, perjalanan Commuter Line Merak atau KA Lokal Merak mengalami penyesuaian rute. Kereta yang berangkat dari Stasiun Rangkasbitung kini hanya beroperasi hingga Stasiun Cilegon dan tidak melanjutkan perjalanan sampai Merak.
Untuk memastikan pemudik tetap dapat menuju pelabuhan penyeberangan, pemerintah menyiapkan sekitar 30 unit angkutan kota (angkot) gratis setiap hari. Armada tersebut disiagakan untuk mengantar penumpang dari Stasiun Cilegon menuju Pelabuhan Merak.
Kebijakan ini diterapkan guna mengurangi potensi kepadatan di kawasan pelabuhan selama arus mudik menuju Sumatera. Dengan demikian, penumpang kereta yang akan menyeberang diwajibkan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat yang telah disediakan.
Petugas Pos Pengamanan 7 Cilegon, Aipda Paisal, mengatakan seluruh pemudik yang tiba dengan kereta akan diarahkan ke armada angkot gratis yang telah disiapkan.
“Angkot ini disediakan gratis oleh pemerintah untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Cilegon ke Pelabuhan Merak. Layanan ini akan beroperasi setiap hari selama masa arus mudik,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Penyesuaian operasional kereta ini merupakan hasil koordinasi berbagai pihak, antara lain Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Commuter, PT ASDP Indonesia Ferry, serta pemerintah daerah dan dinas perhubungan setempat.
Skema tersebut sebenarnya telah diterapkan pada periode angkutan Lebaran sebelumnya. Penumpang yang biasanya turun di Stasiun Krenceng maupun Stasiun Merak akan diarahkan turun di Stasiun Cilegon dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkot.
Selain penyediaan transportasi lanjutan, aparat kepolisian juga melakukan pengawasan di area stasiun. Personel disiagakan untuk memastikan proses perpindahan penumpang dari kereta menuju kendaraan pengangkut berjalan tertib serta mencegah praktik pungutan liar.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap mobilitas pemudik menuju pelabuhan tetap lancar sekaligus mencegah penumpukan penumpang baik di stasiun maupun di kawasan pelabuhan selama puncak arus mudik Lebaran 2026.




