Menkeu: Lonjakan Belanja K/L Awal Tahun Sudah Dirancang

Menkeu: Lonjakan Belanja K/L Awal Tahun Sudah Dirancang

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Istimewa)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan menjelaskan bahwa kenaikan signifikan belanja kementerian dan lembaga pada Februari 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendistribusikan dampak ekonomi belanja negara secara lebih merata sepanjang tahun.

Menurutnya, percepatan realisasi belanja di awal tahun memang telah dirancang oleh pemerintah agar penggunaan anggaran tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran. Selama ini, penyerapan anggaran yang terkonsentrasi di akhir tahun sering kali menyebabkan pemanfaatan dana negara menjadi kurang optimal.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut juga bertujuan mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun melalui peningkatan belanja pemerintah.

Purbaya juga membantah anggapan bahwa lonjakan belanja terjadi karena banyaknya jumlah kementerian dan lembaga dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih. Menurutnya, peningkatan tersebut murni disebabkan perubahan strategi penyerapan anggaran yang lebih dipercepat.

Pemerintah kini mendorong kementerian dan lembaga untuk merealisasikan belanja lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya agar dampak ekonomi dapat dirasakan sejak awal tahun anggaran.

Berdasarkan data pemerintah, realisasi belanja kementerian/lembaga hingga Februari 2026 tercatat mencapai Rp155 triliun atau sekitar 10,3 persen dari total target. Secara tahunan, angka ini meningkat 85,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, belanja non-kementerian/lembaga tercatat sebesar Rp191 triliun atau 11,7 persen dari target yang telah ditetapkan, dengan pertumbuhan 49,4 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp346,1 triliun atau sekitar 11 persen dari target anggaran. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 63,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Pemerintah berharap percepatan belanja ini dapat memperkuat dorongan terhadap perekonomian nasional sejak awal tahun sekaligus memastikan penyerapan anggaran berlangsung lebih merata sepanjang tahun.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *