Garuda Indonesia Siapkan 1,3 Juta Kursi Pesawat Lebaran 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI
INDOSBERITA.ID JAKARTA –Â Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran 2026. Penyediaan kursi tersebut berlaku untuk penerbangan pada 14 hingga 29 Maret 2026.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, mengatakan periode Idulfitri menjadi momen penting bagi masyarakat untuk pulang kampung maupun berlibur bersama keluarga. Karena itu, pihaknya memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat berjalan optimal selama musim mudik.
Dari total kursi yang disediakan, sekitar 616 ribu kursi disiapkan oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink. Seluruhnya didukung oleh 7.634 frekuensi penerbangan, yang terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan atau extra flight. Jumlah tersebut mencakup 146 penerbangan tambahan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.
Sejumlah rute domestik diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan yang cukup tinggi, di antaranya Padang, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, dan Jambi dengan keberangkatan dari Jakarta. Sementara untuk rute internasional, permintaan tinggi diperkirakan terjadi pada penerbangan menuju Singapore, Jeddah, Medina, serta rute Denpasar menuju Tokyo.
Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
Dari sisi operasional, Garuda Indonesia Group menyiapkan 101 unit pesawat yang terdiri dari 60 pesawat Garuda Indonesia dan 41 pesawat Citilink. Armada Garuda meliputi Boeing 777-300ER, Airbus A330 Series, serta Boeing 737-800NG. Sementara Citilink mengoperasikan Airbus A320 dan ATR 72-600.
Selain kesiapan armada, perusahaan juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, serta layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran. Posko Lebaran turut diaktifkan di sejumlah hub utama, serta didukung program piket operasional bagi karyawan selama musim perjalanan puncak.
Di sisi lain, Garuda Indonesia Group juga mendukung kemudahan pembelian tiket melalui kebijakan stimulus pemerintah berupa potongan harga tiket kelas ekonomi domestik. Kebijakan tersebut berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14 hingga 29 Maret 2026.
Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, penyesuaian passenger service charge (PSC), serta fuel surcharge. Kebijakan ini diproyeksikan dapat menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13 hingga 18 persen.(Zr)




