Menkeu: APBN Akan Dievaluasi Jika Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak global sebelum mengambil langkah terhadap kebijakan fiskal negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan evaluasi terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dilakukan jika lonjakan harga energi dunia terus bertahan dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini disampaikan menyusul kenaikan harga minyak internasional yang kembali menembus angka 100 dolar AS per barel pada perdagangan awal pekan. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasokan dan distribusi energi global.
Data pasar menunjukkan harga minyak acuan Brent Crude berada di sekitar 102,8 dolar AS per barel pada Senin malam. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran 100,9 dolar AS per barel.
Purbaya menilai pemerintah tidak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan karena perhitungan asumsi harga minyak dalam APBN didasarkan pada rata-rata sepanjang tahun. Oleh sebab itu, lonjakan harga dalam waktu singkat belum tentu langsung memengaruhi kondisi fiskal.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah dinilai masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas anggaran.
Selain itu, ketersediaan stok energi nasional disebut masih berada pada level yang aman. Cadangan yang ada dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek sambil terus memantau perkembangan situasi global.
Pemerintah akan terus mengikuti pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa pekan ke depan sebelum menentukan langkah kebijakan yang dianggap paling tepat bagi perekonomian nasional.




