Serangan Drone Ancam Pasokan Air di Negara Teluk

Ilustrasi air bersih. (istimewa/Istimewa)
INDOSBERITA.ID.TEHERAN – Ketegangan konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada infrastruktur penting di kawasan Teluk. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah fasilitas desalinasi air laut yang menjadi sumber utama air bersih bagi jutaan penduduk.
Pemerintah Bahrain pada 8 Maret 2026 menuduh Iran melakukan serangan drone yang merusak salah satu pabrik desalinasi utama di negaranya. Tuduhan tersebut memicu kekhawatiran karena hampir seluruh kebutuhan air bersih negara itu bergantung pada teknologi pengolahan air laut tersebut.
Iran membantah keterlibatannya dalam serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang lebih dulu menargetkan fasilitas air di kawasan, sehingga memicu eskalasi yang lebih luas.
Di wilayah Teluk, pabrik desalinasi memiliki peran vital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Teknologi ini mengubah air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan dan pemurnian, sehingga negara-negara yang memiliki keterbatasan sumber air alami tetap dapat memenuhi kebutuhan air minum.
Peneliti dari Gulf Arab States Institute, Hussein Ibish, menyebut fasilitas desalinasi sebagai titik paling rentan bagi negara-negara Teluk. Ia menilai kerusakan pada fasilitas tersebut dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.
Beberapa negara di kawasan memang sangat bergantung pada teknologi ini. Sekitar 90 persen pasokan air minum di Kuwait berasal dari desalinasi, diikuti Oman sekitar 86 persen, Israel sekitar 80 persen, dan Arab Saudi sekitar 70 persen.
Analis keamanan air dari Center for Strategic and International Studies, David Michel, menilai serangan terhadap fasilitas air bisa menjadi strategi tidak langsung yang digunakan Iran untuk menekan negara-negara Teluk agar mempengaruhi kebijakan Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung.
Sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, sejumlah fasilitas desalinasi dilaporkan mengalami gangguan atau kerusakan, termasuk kompleks Fujairah F1 di Uni Emirat Arab dan pabrik Doha West di Kuwait.
Jika fasilitas-fasilitas besar ini berhenti beroperasi, sejumlah kota besar di kawasan Teluk berpotensi menghadapi krisis air bersih hanya dalam beberapa hari. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran baru di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.




