Bupati Dillah Tinjau Saluran Air di Geragai, Akui Masih Banyak Kebutuhan Warga Belum Terpenuhi
oleh Asep Sanjaya · Maret 5, 2026

Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari
INDOSBERITA.ID.TANJABTIMUR – Kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) di Kecamatan Geragai, Rabu (4/3/2026), tidak hanya diisi agenda keagamaan, tetapi juga peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Sebelum menghadiri kegiatan di masjid, Bupati Tanjab Timur Dillah Hikmah Sari bersama jajaran pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah parit, kanal, dan anak sungai di beberapa desa di wilayah tersebut.
Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan beberapa saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi serta dipenuhi rumput liar. Kondisi itu membuat aliran air tidak berjalan optimal, terutama saat musim hujan, sehingga meningkatkan potensi banjir di permukiman warga maupun area perkebunan.
Bupati Dillah mengatakan pemerintah daerah perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.
“Beberapa titik memang terlihat mengalami pendangkalan dan perlu dilakukan penanganan agar aliran air kembali lancar,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Namun bagi warga setempat, persoalan tersebut sudah lama terjadi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret agar masalah banjir yang kerap terjadi tidak terus berulang setiap tahun.
Setelah meninjau sejumlah lokasi, rombongan pemerintah daerah melanjutkan agenda Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Pandan Jaya. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Dillah menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Muslimin Tanja, masih terdapat berbagai kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi sepenuhnya.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai keterbatasan yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
“Kami menyadari masih ada banyak hal yang perlu dibenahi. Kami mohon maaf jika belum semua harapan masyarakat bisa kami wujudkan dalam waktu satu tahun ini,” kata Dillah.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Tanjab Timur. Ia menjelaskan bahwa kemampuan pembiayaan melalui APBD masih terbatas sehingga sebagian program pembangunan membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.
Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah juga turut mempengaruhi ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan sejumlah program prioritas.
Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mencari solusi agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk permasalahan banjir dan infrastruktur air, dapat ditangani secara bertahap.
Bagikan ini:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak




