Minyakita Langka dan Dijual di Atas HET di Demak

Minyakita Langka dan Dijual di Atas HET di Demak

Pedagang Pasar Bintoro, Demak, mengeluhkan takaran Minyakita yang tidak sesuai. (Beritasatu.com/Jamaah)

INDOSBERITA.ID.DEMAK – Minyak goreng bersubsidi Minyakita semakin jarang ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak memasuki bulan Ramadan. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan pembeli karena stok terbatas, sementara harga jual di lapangan melampaui ketentuan pemerintah.

Pantauan di Pasar Bintoro, Senin (2/3/2026), menunjukkan sebagian besar kios tidak lagi memajang Minyakita. Jika pun tersedia, jumlahnya hanya beberapa kemasan dan cepat habis diserbu pembeli. Harga yang semula mengikuti harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter kini naik menjadi sekitar Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per liter.

Salah satu pedagang, Siri Marlina, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor. Menurutnya, permintaan meningkat tajam selama Ramadan, tetapi barang yang masuk ke pasar jauh berkurang dibandingkan hari biasa. Akibatnya, ia tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan yang datang silih berganti.

Keluhan tidak hanya soal kelangkaan dan harga. Sejumlah pedagang juga mempertanyakan kesesuaian isi dalam kemasan. Salah satu produk Minyakita berlabel 1.000 mililiter produksi PT Lestari Jaya Indonesia, Tangerang, diduga volumenya kurang dari takaran yang tertera setelah dibandingkan dengan merek lain.

Pedagang lain, Indah, menyebut selisih isi memang tidak terlalu besar, tetapi tetap merugikan konsumen. Ia berharap ada pengecekan dari pihak berwenang untuk memastikan takaran sesuai standar yang tercantum pada label.

Para pedagang menduga lonjakan permintaan menjelang Lebaran menjadi salah satu penyebab tersendatnya distribusi. Selain untuk kebutuhan dapur rumah tangga, minyak goreng juga banyak dibeli sebagai bagian dari paket sembako dan parcel hari raya.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera menormalkan distribusi dan melakukan pengawasan ketat agar harga serta kualitas Minyakita tetap terjaga selama Ramadan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *