Wall Street Melemah Usai Data Inflasi Produsen Naik

Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.
INDOSABERITA.ID NEW YORK –Â Bursa saham Amerika Serikat kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat waktu setempat, menyusul rilis data inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan pasar. Kenaikan tersebut memicu kekhawatiran baru bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda dan dapat memengaruhi kebijakan suku bunga ke depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 521,28 poin atau 1,05 persen ke level 48.977,92. Indeks S&P 500 turun 29,98 poin atau 0,43 persen menjadi 6.878,88, sementara Nasdaq Composite melemah 210,17 poin atau 0,92 persen ke posisi 22.668,21.
Meski demikian, pergerakan sektoral di S&P 500 menunjukkan hasil beragam. Sektor kesehatan dan energi mencatat penguatan tertinggi masing-masing 1,77 persen dan 1,68 persen. Sebaliknya, saham teknologi dan keuangan menjadi penekan utama dengan penurunan masing-masing 2,17 persen dan 1,99 persen.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan indeks harga produsen (PPI) inti pada Januari naik 0,8 persen secara bulanan setelah penyesuaian musiman. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,6 persen pada Desember dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,3 persen. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa inflasi di tingkat produsen masih cukup kuat, terutama didorong sektor jasa.
Pelaku pasar menilai situasi ini dapat membuat Federal Reserve tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Tekanan harga yang berkelanjutan berpotensi memperpanjang periode suku bunga tinggi.
Sentimen investor juga terbebani oleh kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan terhadap dunia kerja dan belanja modal perusahaan. Kekhawatiran tersebut meningkat setelah Block Inc. mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 4.000 karyawan.
Di sisi lain, sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan. Netflix melonjak 13,75 persen setelah membatalkan rencana akuisisi Warner Bros Discovery, membuka peluang bagi Paramount Skydance untuk melanjutkan proses pembelian studio tersebut. Saham Dell Technologies melesat hampir 22 persen usai merilis laporan kinerja yang kuat, sementara CoreWeave tertekan 18,51 persen akibat proyeksi pendapatan kuartalan yang di bawah ekspektasi.(Zr)




