Pembatasan Akses Al Aqsa Selama Ramadan Picu Kecaman

Otoritas Israel akan membatasi akses bagi umat Islam untuk beribadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadan tahun ini (Foto: AP)
INDOSBERITA.ID TELAVIV – Pemerintah Israel berencana memperketat akses umat Islam ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur selama Ramadan tahun ini. Kebijakan tersebut diperkirakan membatasi jumlah jemaah yang biasanya memadati lokasi suci tersebut, terutama dari wilayah Tepi Barat.
Mantan Mufti Besar Yerusalem, Syekh Ekrima Sabri, menyampaikan penyesalannya atas rencana pembatasan itu. Ia menilai kebijakan tersebut akan mengurangi kebebasan beribadah umat Islam di bulan suci.
Menurut Ekrima, indikasi pengetatan sudah terlihat sejak penunjukan Mayor Jenderal Avshalom Peled sebagai kepala kepolisian Yerusalem Timur pada awal Januari 2026. Ia menduga langkah tersebut berkaitan dengan kebijakan keamanan yang lebih keras di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya kepada media Turki Anadolu Agency, Ekrima menyebut otoritas Israel telah melarang sejumlah pemuda Palestina memasuki area masjid dan tidak akan melonggarkan pembatasan bagi warga dari Tepi Barat selama Ramadan.
Sejak pecahnya konflik Gaza pada 7 Oktober 2023, akses warga Palestina menuju Yerusalem Timur memang semakin dibatasi melalui pos pemeriksaan militer. Selama dua tahun terakhir, izin masuk umumnya hanya diberikan kepada kelompok usia lanjut dan anak-anak.
Selain pembatasan akses, dalam beberapa hari terakhir aparat Israel juga mengeluarkan perintah larangan masuk sementara terhadap ratusan warga Palestina di Yerusalem Timur. Sebagian besar yang terdampak adalah pemuda, dengan masa larangan yang dalam beberapa kasus mencapai enam bulan.
Kebijakan ini berlangsung di tengah pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Sejumlah pejabat Palestina menilai langkah tersebut sebagai perubahan terhadap status quo di kompleks Al Aqsa.
Sementara itu, otoritas Israel menyatakan langkah pengamanan dilakukan demi menjaga stabilitas dan ketertiban selama Ramadan, periode yang kerap diwarnai lonjakan jumlah jemaah.
Di sisi lain, Ekrima juga menyoroti meningkatnya pembongkaran bangunan di lingkungan Palestina di sekitar Yerusalem Timur. Ia menyerukan dukungan dari negara-negara Arab dan Muslim untuk membantu warga Palestina di Yerusalem serta menjaga akses ibadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadan.(Zr)




