Cegah Rabies dan PMK,Disnakkan Sungai Penuh Ajukan Ribuan Vaksin

Vaksin PMK impor yang didistribusikan di Jatim (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
INDOSBERITA.ID,SUNGAI PENUH – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kota Sungai Penuh mengusulkan kebutuhan vaksin rabies sebanyak 6.500 dosis kepada Pemerintah Provinsi Jambi. Usulan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran penyakit rabies pada hewan peliharaan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data tahun 2025, total populasi hewan peliharaan di Kota Sungai Penuh mencapai 6.530 ekor.Dengan rinciannya, anjing sebanyak 5.532 ekor, kucing 993 ekor, serta kera 5 ekor. Jumlah ini dinilai membutuhkan perlindungan maksimal melalui program vaksinasi rabies yang berkelanjutan.
Selain vaksin rabies, Disnakan Kota Sungai Penuh juga mengusulkan kebutuhan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk tahun 2026 sebanyak 3.000 dosis. Usulan tersebut didasarkan pada besarnya populasi hewan ternak di daerah tersebut.
Adapun populasi ternak pada tahun 2025 tercatat cukup tinggi, meliputi sapi sebanyak 4.255 ekor, kambing 8.512 ekor, kerbau 396 ekor, dan domba 3.243 ekor. Dengan jumlah tersebut, risiko penularan PMK dinilai perlu diantisipasi sejak dini.
Pihak Disnakan berharap usulan ini dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi guna menjaga kesehatan hewan, melindungi peternak, serta mencegah dampak ekonomi akibat wabah penyakit hewan menular.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan bebas dari penyakit hewan berbahaya.
“Kita harap usulan kita ini,bisa di setujui oleh Pemerintah Provinsi Jambi,sehingga hewan peliharaan dan hewan ternak di Kota Sungai Penuh bisa mendapatkan vaksinasi supaya tidak mudah sakit,”Kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Sungai Penuh,Senen (2/2/2026).




