Wayang Orang Bharata Tampil Gratis Sepanjang 2026

Wayang Orang Bharata Tampil Gratis Sepanjang 2026

Wayang Orang Bharata. (Instagram.com/@disbuddki)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menghadirkan program pementasan Wayang Orang Bharata secara rutin sepanjang tahun 2026. Pertunjukan seni tradisional ini akan digelar di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap seni pertunjukan klasik. Dengan konsep terbuka, program ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal warisan budaya Indonesia.

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya Dinas Kebudayaan Jakarta, Rinaldi, menjelaskan bahwa pementasan akan berlangsung secara berkala setiap bulan, dengan total sekitar 10 kali dalam setahun. Informasi jadwal pertunjukan dapat diakses melalui media sosial resmi Wayang Orang Bharata.

Setiap pertunjukan menyediakan sekitar 220 kursi penonton, menyesuaikan kapasitas gedung. Meski gratis, jumlah penonton dibatasi sehingga masyarakat disarankan untuk memantau jadwal dan datang lebih awal.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jakarta dan Paguyuban Wayang Orang Bharata. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah agar dapat berjalan berkelanjutan.

Pementasan Wayang Orang Bharata juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jakarta dalam pengembangan sektor kebudayaan, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang memberikan kewenangan khusus di bidang budaya.

Sejumlah lakon menarik akan ditampilkan sepanjang tahun, seperti “Wisanggeni Lahir”, “Gatutkaca Tundung”, hingga “Bagong Kembar”. Lakon terakhir mengangkat kisah penuh konflik antara Bagong dan sosok penyamar yang memperebutkan Dewi Candrawati.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga nilai-nilai filosofis dan edukasi budaya yang terkandung dalam setiap pementasan. Pemprov Jakarta berharap inisiatif ini dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional di tengah arus modernisasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *