Warga Bekasi Alami Gangguan Kesehatan Pascabanjir

Warga korban banjir di Bekasi mendatangi posko kesehatan, Minggu, 25 Januari 2026. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)
INDOSBERITA.ID.BEKASI – Genangan banjir yang sempat melumpuhkan Perumahan Nebraska Terrace dan Grand Lavender di Kabupaten Bekasi kini perlahan menghilang. Namun, surutnya air justru memunculkan persoalan lanjutan bagi warga, yakni meningkatnya keluhan kesehatan pascabanjir.
Di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar air banjir selama beberapa hari. Keluhan yang paling banyak muncul adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, disertai demam dan gejala infeksi ringan.
Koordinator relawan Gesit Bekasi, Abdul Latief, mengatakan kondisi tersebut dialami warga yang masih bertahan di pengungsian maupun mereka yang telah kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur dan genangan.
“Keluhan terbanyak adalah gatal-gatal dan demam. Tim medis kami bahkan menemukan satu anak dengan bintik merah di seluruh tubuh. Demi keamanan, langsung kami rujuk ke rumah sakit,” ujar Abdul Latief di lokasi pengungsian Masjid Al Muhajirin, Minggu (25/1/2026).
Guna merespons kondisi tersebut, relawan membuka layanan pengobatan gratis serta dapur umum. Namun, tingginya jumlah warga yang berobat membuat persediaan obat cepat menipis.
“Stok obat sangat terbatas, termasuk obat dasar. Saat ini kami juga kekurangan pakaian anak, popok, dan perlengkapan kebersihan,” katanya.
Pantauan di posko pengungsian menunjukkan antrean warga, mayoritas ibu dan anak-anak, memadati layanan kesehatan. Selain pengobatan, relawan menyalurkan bantuan logistik berupa ratusan porsi makanan siap saji dan selimut bagi para pengungsi.
Tak hanya fokus pada kebutuhan fisik, relawan juga mengadakan kegiatan trauma healing untuk anak-anak guna membantu pemulihan psikologis setelah mengalami bencana.
“Kami ingin anak-anak tetap merasa aman dan nyaman, meski berada di situasi darurat,” tutur Abdul.
Salah seorang warga, Tinan (36), menyebut banjir telah merendam kawasan tempat tinggalnya sejak sekitar sepekan lalu. Ia memilih mengungsi bersama keluarga setelah air kembali meninggi beberapa hari terakhir.
“Air memang sudah surut, tapi dampaknya masih terasa. Banyak warga mulai gatal-gatal dan butuh obat serta alat kebersihan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan kesehatan lanjutan dan sarana kebersihan untuk mencegah penyebaran penyakit, mengingat kondisi lingkungan pascabanjir masih rentan.




