Wall Street Melemah, Ketegangan AS–Iran Tekan Pasar

Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.
INDOSBERITA.ID NEW YORK – Pergerakan pasar saham Amerika Serikat kembali tertekan pada awal pekan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kontrak berjangka indeks utama Wall Street tercatat melemah pada Minggu malam waktu setempat atau Senin WIB, seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap potensi eskalasi konflik dengan Iran.
Data dari Investing.com menunjukkan kontrak berjangka S&P 500 turun sekitar 0,3 persen ke level 6.542,25 poin. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 melemah hampir 0,4 persen menjadi 24.008 poin, dan kontrak berjangka Dow Jones terkoreksi 0,16 persen ke posisi 45.821 poin.
Sentimen negatif dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz. Jika tidak dipenuhi, AS mengancam akan menyerang infrastruktur energi utama Iran.
Menanggapi hal tersebut, Iran memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan Timur Tengah serta ancaman penutupan penuh Selat Hormuz. Jalur ini diketahui sangat vital karena menjadi rute pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Situasi tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga minyak global. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat, yang berpotensi membuat bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam beberapa bulan ke depan.
Di Amerika Serikat, Federal Reserve juga menyampaikan sinyal kebijakan yang cenderung agresif, meskipun belum secara eksplisit mengumumkan kenaikan suku bunga baru. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan turut menambah tekanan pada pasar saham.
Dalam beberapa pekan terakhir, indeks utama Wall Street terus mencatat penurunan. Investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko karena khawatir konflik berkepanjangan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Pada perdagangan Jumat lalu, indeks S&P 500 turun sekitar 1,5 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite dan Dow Jones Industrial Average masing-masing melemah sekitar 2 persen dan 1 persen. Dalam kurun 30 hari terakhir, ketiga indeks tersebut telah terkoreksi antara 4 hingga 7 persen.(zr)




