Usai Lebaran, Harga Emas di Bungo Turun, Aktivitas Pasar Ikut Melambat

Usai Lebaran, Harga Emas di Bungo Turun, Aktivitas Pasar Ikut Melambat

Toko Emas Terdekat,Photo Istimewa

INDOSBERITA.ID.BUNGO – Setelah perayaan Idulfitri, pasar emas di Kabupaten Bungo mengalami perlambatan. Penurunan harga logam mulia turut memengaruhi minat masyarakat, sehingga aktivitas jual beli di pasar tradisional terlihat menurun.

Suasana lengang tampak di Pasar Muara Bungo, yang biasanya ramai oleh pembeli. Kini, hanya sedikit warga yang datang untuk bertransaksi, baik untuk membeli maupun menjual emas.

Edi, salah satu pedagang emas, mengatakan harga emas saat ini berada di angka Rp7.400.000 per mayam, sedangkan harga pembelian kembali berada di kisaran Rp7.100.000.

“Harga jual Rp7.400.000 per mayam, sementara kami beli kembali di Rp7.100.000,” jelasnya.

Ia menilai, kondisi ini merupakan siklus tahunan yang kerap terjadi setelah Lebaran. Pada masa tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap emas cenderung menurun karena sebelumnya sudah meningkat menjelang hari raya.

Tak hanya emas dalam bentuk mayam, emas graman juga mengalami variasi harga tergantung kadar, dengan kisaran antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per gram.

Sebagai pemilik Toko Mas Permata Indah, Edi mengaku hingga kini belum terlihat tanda-tanda peningkatan transaksi di tokonya.

“Sekarang masih sepi, baik yang beli maupun yang jual,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Robi, pemilik Toko Emas Sejati. Ia menyebut turunnya harga emas ikut memengaruhi daya tarik masyarakat untuk bertransaksi.

“Memang setelah Lebaran ini cenderung sepi, mungkin karena harga juga turun,” katanya.

Berdasarkan pantauan, sebagian besar toko emas di Pasar Muara Bungo belum kembali ramai. Tren ini diperkirakan hanya bersifat sementara, seiring pasar yang biasanya membutuhkan waktu untuk kembali stabil setelah momentum hari besar keagamaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *